Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Serangan di Nice Capai 84 Orang


Seorang perempuan menangis mencari putranya di lokasi serangan maut di kota resor Perancis, Nice (15/7). (AP/Luca Bruno)

Seorang perempuan menangis mencari putranya di lokasi serangan maut di kota resor Perancis, Nice (15/7). (AP/Luca Bruno)

Pelaku penyerangan, diidentifikasi sebagai warga Perancis keturunan Tunisia berusia 31 tahun yang tinggal di Nice, belum dikukuhkan bekerja untuk kelompok Negara Islam (ISIS).

Data dari Kementerian Dalam Negeri Perancis menunjukkan jumlah korban tewas akibat serangan di Nice mencapai 84 orang dan 100 lainnya luka-luka.

Kementerian menyatakan pengemudi truk yang menabrakkan kendaraan itu ke kerumunan massa dalam perayaan Hari Bastille "dinetralkan," yang artinya ia ditembak mati oleh polisi. Petugas kemudian menemukan truk itu telah membawa bahan peledak, granat dan senjata lainnya.

Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan serangan itu memiliki semua elemen dari serangan teroris.

"Perancis secara keseluruhan ada dalam ancaman terorisme Islamis. Kita harus memperlihatkan kewaspadaan penuh dan tekad yang kuat," ujarnya.

Pelaku penyerangan, diidentifikasi sebagai warga Perancis keturunan Tunisia berusia 31 tahun yang tinggal di Nice, belum dikukuhkan bekerja untuk kelompok Negara Islam (ISIS). Hollande mengatakan pihak berwenang akan terus menyelidiki identitasnya.

Petugas di Nice mengatakan banyak polisi yang menjadi korban tewas. Setidaknya 18 dari para penyintas ada dalam keadaan kritis.

"Saya sedang akan tidur dan mulai mendengar orang-orang berteriak dan saya melihat orang-orang berlarian, menangis, menjerit," ujar produser VOA Linda Ringe yang tinggal di sebuah hotel yang menghadap Promenade des Anglais tempat serangan terjadi.

Ia mengatakan pada pukul 7 pagi, beberapa jam setelah serangan, ia masih melihat beberapa mayat ditutup kain dari jendela hotelnya.

Pembantaian hari Kamis merupakan serangan besar teroris ketiga di Perancis sejak tahun lalu. Sebuah serangan terkoordinasi di Paris tanggal 13 November menewaskan sedikitnya 130 orang dalam sebuah pukulan teror yang diklaim ISIS. Dan serangkaian serangan pada Januari 2015 yang dimulai dengan serangan terhadap kantor-kantor tabloid satiris Charlie Hebdo menewaskan 17 orang. [hd]

XS
SM
MD
LG