Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Gedung Runtuh di Bangladesh Lampaui 600


Para anggota keluarga dan kerabat berusaha mengidentifikasi korban tewas akibat gedung runtuh di kota Savar, Bangladesh (3/5).

Para anggota keluarga dan kerabat berusaha mengidentifikasi korban tewas akibat gedung runtuh di kota Savar, Bangladesh (3/5).

Pihak berwenang mengumumkan jumlah korban tewas terbaru hari Minggu (5/5), namun jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah.

Jumlah korban tewas akibat ambruknya bangunan yang dihuni pabrik-pabrik garmen di kota Savar, Bangladesh menembus angka 600 orang, sementara para pekerja masih terus berupaya mencari korban lain di reruntuhan bangunan itu.

Pihak berwenang mengumumkan jumlah korban tewas itu hari Minggu. Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

Sebelumnya Menteri Keuangan Bangladesh pada hari Jumat mengatakan, insiden ambruknya bangunan tanggal 24 April itu “tidak serius” dan menyebut insiden itu sebagai “kecelakaan”.

Abul Maal Abdul Muhith mengatakan “ia tidak khawatir hal ini akan mempengaruhi para pengusaha garmen asing meninggalkan negara itu”. Ia mengatakan insiden seperti itu terjadi dimana-mana.

Industri tekstil Bangladesh yang bernilai 20 milyar dollar menyumbang hampir 80 persen pada nilai ekspor negara itu.

Sembilan orang telah ditahan sejak ambruknya bangunan tersebut. Diantara mereka yang ditahan terdapat beberapa pemilik pabrik-pabrik yang berada di dalam bangunan itu dan para pakar teknik yang bertanggungjawab atas konstruksi bangunan tersebut.

Lebih dari tiga ribu orang berada di dalam bangunan itu ketika ambruk.
XS
SM
MD
LG