Tautan-tautan Akses

Jumlah Korban Tewas akibat Ebola Meningkat Tajam


Penderita Ebola, James Flomo menggendong anaknya di Monrovia, Liberia, setelah istri James meninggal akibat ebola tiga hari sebelumnya (foto: dok).

Penderita Ebola, James Flomo menggendong anaknya di Monrovia, Liberia, setelah istri James meninggal akibat ebola tiga hari sebelumnya (foto: dok).

Jumlah kematian akibat Ebola telah meningkat menjadi 9.200, meningkat tajam setelah wabah tampaknya melemah selama beberapa minggu.

Korban korban tewas akibat ebola yang dilaporkan Selasa (10/2) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan lonjakan hampir 150 kematian sejak data terakhir badan itu tiga hari sebelumnya.

WHO mengatakan jumlah kasus baru meningkat 303, dengan 136 kasus baru di Liberia, 113 di Sierra Leone, dan 54 di Guinea.

Utusan khusus PBB untuk urusan Ebola, Dr. David Nabarro memberitahu wartawan di Jenewa bahwa angka baru itu menunjukkan wabah belum terkendali. Dia mengatakan tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah kasus baru menjadi nol.

Di PBB, Selasa (10/2), surat dari 3 pemimpin dunia mengatakan wabah Ebola yang dahsyat telah mengungkapkan “kelemahan” tanggapan krisis internasional.

Surat tersebut, dari Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg dan Presiden Ghana John Mahama, diserahkan kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon. Surat itu meminta pimpinan PBB menciptakan panel tingkat-tinggi dan menugaskannya membuat laporan mengenai bagaimana dunia dapat lebih cepat dan lebih terkoordinasi menghadapi bencana.

Para ahli kesehatan telah memperingatkan Afrika Barat agar jangancepat merasa berhasil dalam menangani Ebola. WHO baru-baru ini mengatakan satu pemakaman yang tidak aman di Guinea bulan lalu menyebabkan 11 kasus Ebola yang telah dikukuhkan.

XS
SM
MD
LG