Tautan-tautan Akses

Jumlah Korban Tewas akibat Ebola 729 Orang


Seorang ilmuwan memeriksa sampel darah pasien ebola dalam laboratorium berjalan di Gueckedou, Guinea (foto: dok).

Seorang ilmuwan memeriksa sampel darah pasien ebola dalam laboratorium berjalan di Gueckedou, Guinea (foto: dok).

Jumlah korban tewas akibat wabah Ebola di Afrika Barat telah bertambah menjadi 729 orang, termasuk 50 korban tewas yang dilaporkan sejak hari Jumat lalu.

Laporan terkini dari Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dikeluarkan hari Kamis (31/7) selagi para pejabat di Sierra Leone dan Liberia bertindak memberlakukan langkah-langkah tegas baru untuk menghentikan penyebaran virus Ebola.

Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma mengatakan pemerintah akan mengarantina daerah-daerah di mana penyakit ini ditemukan, membatasi pertemuan umum, memeriksa setiap rumah untuk mencari orang-orang yang tertular dan memeriksa secara seksama para penumpang di bandara utama negara itu.

Di Liberia, Presiden Ellen Johnson Sirleaf mengumumkan penutupan sekolah, pasar-pasar di sepanjang wilayah perbatasan, dan mengatakan semua fasilitas umum akan disterilkan dan dibersihkan dengan klorin agar bebas kuman pada hari Jumat.

Guinea memiliki korban kematian terbesar 339 orang akibat Ebola, disusul Sierra Leone 233 orang, dan Liberia 156 orang. Seorang laki-laki dengan kewarganegaraan ganda, Amerika dan Liberia, meninggal pekan lalu di Nigeria ketika baru tiba dari penerbangan yang singgah di Ghana dan Togo.

WHO mengatakan pihak berwenang Nigeria telah mengidentifikasi 59 orang yang kemungkinan melakukan kontak fisik dengan laki-laki itu sebelum ia meninggal.

Sementara itu, Amerika hari Kamis (31/7) mengeluarkan peringatan perjalanan ke Guinea, Sierra Leone dan Liberia, tiga negara yang paling parah dilanda wabah Ebola.

US Centers for Disease Control and Prevention – CDC atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika, menghimbau warga AS untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke negara-negara Afrika Barat karena wabah tersebut, yang mereka sebut "belum pernah terjadi sebelumnya."

Dalam pernyataan hari Kamis, CDC mengatakan telah terjadi aksi-aksi kekerasan terhadap para petugas bantuan di wilayah tersebut, dan infrastruktur kesehatan masyarakat di Liberia kini "sangat kesulitan."

CDC juga mengatakan sedikitnya tiga warga Amerika telah terinfeksi, termasuk dua petugas kesehatan di klinik Ebola.

XS
SM
MD
LG