Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Banjir dan Tanah Longsor di Brazil 500 Lebih


Tanah longsor yang melanda kawasan Teresopolis, dekat Rio de Janeiro, Kamis 13 Januari 2011.

Tanah longsor yang melanda kawasan Teresopolis, dekat Rio de Janeiro, Kamis 13 Januari 2011.

Para pejabat khawatir jumlah korban tewas akan terus bertambah, sementara 14 ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Angka kematian akibat banjir dan tanah longsor di Brazil telah bertambah menjadi lebih dari 500 orang, selagi regu SAR berjuang untuk menemukan orang yang selamat setelah beberapa kota tergenang air dan ribuan orang lainnya kehilangan tempat tinggal.

Hujan lebat memicu bencana tersebut yang meninggalkan banyak kerusakan di kawasan Serrana, dekat kota Rio de Janeiro. Lereng bukit ambruk setelah badai menghantamnya dengan air yang setara dengan hujan sebulan penuh di kawasan itu, apa yang digambarkan sebagai bencana alam terburuk di negara itu.

Para pejabat khawatir jumlah korban tewas akan terus bertambah. Sekitar 14 ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Peramal cuaca memperingatkan guyuran hujan belum akan berhenti dalam beberapa hari ini.

Kota-kota yang paling parah terkena dampaknya adalah Teresopolis dan Nova Friburgo, dimana sekitar 225 orang tewas di masing-masing kota. Sekitar 40 orang tewas di Petropolis, sementara sedikitnya 16 orang tewas di kota Sumidouro.

Pemerintah Brazil telah mengalokasikan anggaran sebesar 460 juta dollar sebagai bantuan darurat bagi daerah-daerah yang terkena dampaknya. Presiden Dilma Rousseff yang baru dilantik 1 Januari, meninjau kawasan bencana dengan helikopter hari Kamis.

XS
SM
MD
LG