Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Akibat Tanah Longsor di Guatemala Bertambah Menjadi 86


Seorang petugas pemadam kebakaran diselamatkan setelah terjebak ketika bekerja di lokasi terjadinya longsor di Cambray, di pinggiran kota Santa Catarina Pinula, sekitar 10 mil sebelah timur Guatemala City, 3 Oktober 2015.

Seorang petugas pemadam kebakaran diselamatkan setelah terjebak ketika bekerja di lokasi terjadinya longsor di Cambray, di pinggiran kota Santa Catarina Pinula, sekitar 10 mil sebelah timur Guatemala City, 3 Oktober 2015.

Para pejabat hari Minggu (4/10) mengatakan kemungkinan besar tidak akan ditemukan korban yang selamat akibat tanah longsor besar di pinggiran ibukota Guatemala.

Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 86 dan diperkirakan akan terus bertambah sementara regu-regu SAR menggali berton-ton tanah untuk mencari sekitar 350 orang yang hilang.

“Ini adalah hal terburuk yang telah terjadi pada kami,” kata seorang perempuan yang sedang menunggu berita tentang 21 anggota keluarganya yang belum ditemukan.

Pihak berwenang mengatakan sekitar 125 rumah hancur atau rusak Kamis malam akibat tanah longsor yang terjadi secara tiba-tiba setelah hujan lebat.

“Saya pergi karena suatu keperluan untuk ibu saya dan ketika saya kembali tidak ada yang tertinggal,” ujar Carlos Ac, 17 tahun, kepada kantor berita Perancis. Ibunya dan tujuh kakak-adiknya belum ditemukan.

Longsor melanda desa El Cambray II di kotamadya Santa Catarina Pinula, sekitar 15 kilometer arah timur dari ibukota, Guatemala City.

Presiden Alejandro Maldonado mengatakan beberapa negara, termasuk Amerika dan Kuba, telah menawarkan bantuan. [lt]

XS
SM
MD
LG