Tautan-tautan Akses

Korban Pelecehan Seks Gereja Mengadu ke Mahkamah Internasional


Para anggota jaringan korban yang selamat dari pelecehan pastor (SNAP) bepose di depan Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda (13/9).

Para anggota jaringan korban yang selamat dari pelecehan pastor (SNAP) bepose di depan Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda (13/9).

Jaringan korban yang selamat dari pelecehan seksual pastor mengirim pengaduan ke Den Haag dan menuduh Vatikan menutupi insiden itu.

Sekelompok orang yang mewakili korban pelecehan seks gereja meminta Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) agar menyelidiki para pimpinan Katolik Roma, termasuk Paus Benediktus, atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pejabat-pejabat pada Survivors Network of Those Abused by Priests atau jaringan korban yang selamat dari pelecehan pastor mengirim lebih dari 20 ribu halaman materi ke pengadilan di Den Haag itu hari Selasa. Mereka menuduh Paus dan pejabat gereja lain membantu menutup-nutupi insiden pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak-anak dan melindungi pastor yang bersalah.

Para pengacara mengatakan perjanjian yang membentuk Mahkamah Kejahatan Internasional memasukkan pemerkosaan, kekerasan seksual, dan penyiksaan ke dalam daftar kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengacara Amerika untuk Vatikan kepada Associated Press mengatakan, gugatan itu "aksi publisitas menggelikan" dan kecil kemungkinan pengadilan mengadili pimpinan gereja.

Pejabat-pejabat Vatikan berulang kali meminta maaf atas pelecehan seks oleh para pastor dan menegaskan kebijakan gereja melarang perlakuan itu. Beberapa gereja lokal membayar jutaan dolar kepada para korban untuk menyelesaikan kasus itu.

XS
SM
MD
LG