Tautan-tautan Akses

Korban Kebakaran di Rumah Singgah Remaja Guatemala Capai 39


Kerabat membawa peti jenazah Siona Hernandez Garcia, 17, gadis yang tewas dalam kebakaran di tempat penampungan remaja di Guatemala City (10/3). (AP/Luis Soto)

Seorang pejabat penting Guatemala Sabtu (11/3) diperintahkan untuk tetap berada di negara itu ketika insiden kebakaran sebuah rumah singgah remaja meningkat menjadi 39 orang. Kebakaran terjadi ketika penghuni tempat penampungan itu menggelar aksi proses membakar beberapa kasur yang kemudian tidak bisa dikendalikan.

Pihak berwenang masih menyelidiki insiden yang terjadi pada Rabu, yang menunjukkan kegagalan layanan perlindungan anak di Guatemala.

Juru bicara tim jaksa Guatemala Julia Barrera mengatakan hakim telah memerintahkan agar kepala badan layanan perlindungan anak, Carlos Rodas, tidak meninggalkan Guatemala sementara penyelidikan masih terus dilakukan.

Pihak berwenang di rumah sakit Roosevelt, tempat sebagian besar gadis dirawat karena luka bakar mengatakan seorang gadis lainnya meninggal Sabtu. Sembilan belas remaja hilang dalam insiden Rabu itu, sementara 20 lainnya meninggal di rumah sakit.

Presiden Guatemala Dituntut Mundur

Beberapa kelompok mengatakan akan berkumpul dan menggelar demonstrasi Sabtu, menuntut agar Presiden Jimmy Morales segera mengundurkan diri.

Morales menyalahkan sistem yang “sangat kaku” dan “tidak sensitif” ketika menangani remaja bermasalah sebagai penyebab insiden itu, dan menjanjikan reformasi layanan perlindungan bagi sekitar 1.500 anak di bawah usia 18 tahun yang kini tinggal di rumah-rumah singgah di seluruh Guatemala.

Carlos Sato, kepala rumah sakit San Juan de Dios, salah satu rumah sakit yang menangani korban yang mengalami luka bakar, hari Jumat mengatakan pada kantor berita Associated Press bahwa tim spesialis dari Galveston, Texas, telah tiba utuk membantu mengevaluasi kondisi korban luka bakar dan kemudian akan membawa mereka untuk menjalani perawatan di Amerika Serikat. Soto berharap empat gadis bisa terbang ke Amerika akhir pekan ini. Keempatnya mengalami luka bakar di bagian wajab, perut dan kaki.

Sejumlah pejabat mengatakan kebakaran berawal ketika warga tempat penampungan yang terdiri dari remaja laki-laki dan perempuan itu melangsungkan protes dan kemudian membakar kasur-kasur. Pertanyaannya adalah mengapa sampai perlu membakar kasur dan mengapa pintu tempat penampungan itu tetap terkunci ketika gadis-gadis yang terbakar berupaya menyelamatkan diri.

Keluarga para korban mengatakan banyak yang dikirim ke tempat penampungan itu karena penganiayaan, kemiskinan atau masalah keluarga. Lainnya karena diperintahkan oleh hakim setelah berurusan dengan polisi. [em]

XS
SM
MD
LG