Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Gempa Filipina Capai 93 Orang


Regu penyelamat membersihkan reruntuhan yang mengubur kendaraan-kendaraan pasca gempa di kota Cebu, Filipina (15/10).

Regu penyelamat membersihkan reruntuhan yang mengubur kendaraan-kendaraan pasca gempa di kota Cebu, Filipina (15/10).

Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter menghantam Filipina Tengah, Selasa pagi (15/10) menewaskan sedikitnya 93 orang, melukai ratusan lainnya dan merusak bangunan-bangunan kuno.

Para pejabat Departemen Pertahanan Sipil mengatakan kebanyakan korban tewas dilaporkan terjadi di kota Cebu. Kota itu bisa dicapai dengan perjalanan singkat dengan perahu dari Pulau Bohol, sebuah tujuan wisata yang populer. Filipina bagian tengah yang disebut Visayas, terdiri atas belasan pulau.

Mereka memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat sementara semakin banyak kantor pemerintah setempat yang melaporkan kerusakan. Kebanyakan korban tewas diperkirakan terjadi di kawasan-kawasan perkotaan.

Di Manila, Ketua Dewan Pengendali Bencana Nasional, Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin, mengatakan kepada wartawan, kemungkinan tidak akan ada laporan mengenai korban tewas dalam jumlah besar mengingat hari Selasa (15/10), saat kota itu dihantam gempa, merupakan hari libur nasional.

Gazmin mengatakan apabila musibah ini terjadi hari Minggu, khususnya pada waktu sekitar jam 8 pagi, dimana biasanya banyak kerumunan di gereja-gereja yang kini ambruk, ceritanya tentu akan berbeda.

Seorang pejabat Departemen Kesehatan mengatakan kepada dewan itu, ada lebih banyak korban tewas dan cedera yang harus dikonfirmasi dewan tersebut.

Direktur Carmencita Banatin mengatakan semua rumah sakit pemerintah di kawasan yang paling parah dihantam gempa kini berada dalam siaga tinggi dan bahwa masih banyak orang yang cedera berdatangan ke rumah sakit-rumah sakit di Bohol.

Gempa bumi itu meretakkan menara lonceng di salah satu gereja paling tua di negara itu, Basilica Minore del Santo Niсo de Cebu, yang dibangun pada tahun 1735. Foto-foto yang beredar di media-media sosial yang diposkan sejumlah warga setempat menunjukkan beberapa gereja yang usianya sudah berabad-abad di Bohol dan Cebu tampak mengalami kerusakan di dinding dan bagian lainnya. Beberapa bagian dari gereja-gereja itu bahkan terlihat hancur.

Beberapa bangunan lain yang mengalami kerusakan adalah balai kota Cebu. jembatan-jembatan utama dan sejumlah jalan. Bandara Mactan-Cebu mengalami keretakan di bagian atapnya dan untuk sementara ditutup. Beberapa penerbangan dibandara itu telah dibatalkan.

Para pejabat militer mengatakan kepada dewan itu, mereka telah menempatkan sejumlah personil mereka yang ahli dalam kerusakan bangunan untuk membantu operasi-operasi SAR.

Departemen kesejahteraan sosial melaporkan dua insiden kepanikan ketika bangunan berguncang sewaktu orang-orang mengantri untuk mendapatkan tunjangan pemerintah. Menteri Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman mengatakan, di sebuah kota, kepanikan mengakibatkan seorang anak berusia empat tahun tewas terinjak-injak setelah terpisah dari ibunya.

Direktur Lembaga Volkanologi dan Seismologi Renato Solidum mengatakan, ia tidak mengeluarkan peringatan tsunami karena pusat gempa itu di daratan. Dalam keterangannya kepada wartawan ia mengatakan, gempa itu terjadi di garis sesar yang lebih pendek dan bahwa garis itu tidak terletak dekat garis-garis sesar yang lain.

Solidum mengatakan gempa-gempa susulan paling buruk, yang diperkirakan tidak lebih dari 4,5 skala Richter, diperkirakan akan terjadi dalam dua hari mendatang.

Pulau-pulau Filipina umumnya memiliki dua gunung berapi, sehingga membuat negara itu rawan bencana gempa. Filipina terletak di kawasan yang disebut Lingkaran Api Pasifik.
XS
SM
MD
LG