Tautan-tautan Akses

Korban Aktivis Kedua Jatuh di Bahrain


Pasukan keamanan Bahrain bentrok dengan para aktivis di desa Duraz, Bahrain (2/14). Kelompok oposisi di negara ini mencanangkan Senin kemarin sebagai Hari Kemarahan.

Pasukan keamanan Bahrain bentrok dengan para aktivis di desa Duraz, Bahrain (2/14). Kelompok oposisi di negara ini mencanangkan Senin kemarin sebagai Hari Kemarahan.

Aktivis kedua tewas, Selasa, ketika polisi berusaha membubarkan kerumunan pelayat di luar sebuah rumah sakit di ibukota, Manama.

Pasukan keamanan Bahrain menembak tewas seorang aktivis oposisi di tengah-tengah suasana berduka akibat tewasnya seorang aktivis lain. Tindakan tersebut merupakan bagian dari pemadaman protes anti-pemerintah di negara ini yang diilhami demo di Mesir dan Tunisia.

Para saksi mata mengatakan aktivis kedua tersebut tewas, Selasa, ketika polisi bertindak membubarkan orang-orang yang melayat di luar sebuah rumah sakit di ibukota, Manama.

Aktivis pertama tewas di sebuah desa Syiah di timur ibukota, Manama, ketika pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan demonstrasi oleh ratusan aktivis oposisi. Sekurang-kurangnya 20 orang cedera dalam peristiwa itu.

Kelompok-kelompok oposisi menggunakan situs jejaring sosial untuk menyatakan Senin lalu sebagai Hari Kemarahan, untuk memrotes apa yang mereka lihat sebagai tidak adanya reformasi demokrasi oleh para penguasa minoritas Sunni.

Populasi mayoritas Syiah Bahrain sejak lama mengeluh mengenai diskriminasi di bawah konstitusi kerajaan yang dipimpin keluarga al-Khalifa. Para aktivis mengatur protes tersebut bertepatan dengan peringatan 10 tahun referendum reformasi politik yang diusulkan Raja Hamad bin Isa al-Khalifa. Menurut para aktivis, reformasi itu tidak memberikan kebebasan dan hak politik yang mereka inginkan.

Penguasa Bahrain berusaha meredakan keluhan masyarakat dengan menawarkan uang tunai sekitar 25 juta rupiah untuk setiap keluarga dan berjanji akan melonggarkan pengawasan pemerintah atas media.

XS
SM
MD
LG