Tautan-tautan Akses

Kontroversi "Showgirls" Bertelanjang Dada di Times Square


Setiap tahun sekitar 50 juta turis datang ke kota New York. Banyak di antara mereka, terutama yang baru datang untuk pertama kali, menyempatkan diri datang ke kawasan ramai Times Square dan mengabadikan kunjungan mereka di tengah gemerlap lampu dan iklan raksasa di sana.

Belakangan sebagian turis agak risih dengan banyaknya pekerja informal berkostum (biasanya kostum tokoh kartun Walt Disney seperti Mickey Mouse atau superhero seperti Batman) yang mengajak foto bersama, lalu terkesan memaksa meminta bayaran.

Seorang turis dari Honduras, Angel Rodriguez mengeluhkan, "Semula ia bilang, satu sampai tiga dolar. Akhirnya ia menagih lima dolar. Kami akhirnya membayar lima dolar untuk berfoto."

Lalu belakangan ada keluhan lain, yakni kehadiran perempuan yang berdandan a la 'showgirls' Las Vegas lengkap dengan bulu-bulu di kepala dan atribut lainnya. Mereka bertelanjang dada dan sebagai ganti pakaian atasan, mencat tubuhnya dengan berbagai warna cerah.

"Saya tak suka perempuan bertelanjang dada seperti itu", kata Angela Wrobklewski, seorang turis dari negara bagian Wisconsin, "Mestinya mereka setidaknya pakai bikini atau pakaian atasan lain."

Seorang turis Asia menambahkan, "Banyak anak-anak kecil berjalan-jalan sekitar sini. Kurang pantas bagi mereka."

Pemerintah kota pun ikut dibuat gerah. Walikota Bill de Blasio dalam jumpa pers baru-baru ini mengatakan sedang menimbang-nimbang langkah yang bisa ditempuh.

"Saya katakan jelas-jelas saya tidak suka," kata de Blasio, "Anda semua tahu sudah ada sebuah gugus tugas yang akan bergerak cepat memberi masukan mengenai tindakan nyata apa yang kami bisa lakukan."

Masalah yang dihadapi pemkot dan kepolisian New York adalah, bertelanjang dada seperti ini sebenarnya legal di New York, sehingga susah melarangnya hanya karena sebagian orang merasa tidak nyaman.

Sebagian pengunjung dan sesama pekerja informal Times Square pun, tidak setuju kehadiran 'showgirls' ini dilarang.

"Mereka cantik dan mengekspresikan diri. Mengapa tidak boleh?" kata seorang turis.

Sementara sesama pekerja berkostum mengatakan, "Ini bukan prostitusi. Mereka tidak jual diri. Mereka bekerja mencari nafkah!"

Pertimbangan lain diungkapkan Robert Burck, pengamen yang telah lama meramaikan Times Square sebagai "Naked Cowboy" alias "Koboi Telanjang" karena ia bermain gitar tanpa baju atasan dan hanya mengenakan pakaian dalam serta topi dan sepatu boots koboi. Ia tidak setuju dengan larangan mencari nafkah di Times Square oleh pekerja informal, meski ia setuju pihak berwajib perlu menjaga ketertiban Times Square dan kenyamanan turis.

Ia mengatakan, "Pantas saja ada yang risih bila ada perempuan bertelanjang dada. Tetapi orang melihat saya mungkin juga kaget. Tetapi itulah mengapa orang datang ke Times Square. Untuk melihat yang 'gila-gila'."

Tambah Burck, "Tetapi memaksa orang bayar dengan agresif. Tiba-tiba muncul lalu minta uang. Itu tidak legal dan harus diatur undang-undang. Merekalah yang harus ditahan"

Gugus tugas yang dibentuk untuk menelaah kontroversi pekerja Times Square, termasuk para 'showgirls' juga melibatkan polisi New York. Gugus tugas ini akan memberi rekomendasinya kepada pemkot New York paling lambat 1 Oktober 2015.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG