Tautan-tautan Akses

Kontraktor Apple Pastikan Bangun Pabrik di Indonesia


Pabrik Foxconn di Longhua, provinsi Guangdong, Tiongkok, yang memproduksi produk-produk Apple. (Foto: Dok)

Pabrik Foxconn di Longhua, provinsi Guangdong, Tiongkok, yang memproduksi produk-produk Apple. (Foto: Dok)

Unit Foxconn Technology Group, produsen barang-barang Apple, memastikan akan membangun pabrik di Indonesia, namun tidak memberikan jadwal pasti.

Hon Hai Precision Industry Co, kontraktor utama yang membuat produk-produk Apple, telah menegaskan rencana untuk mendirikan pabrik telepon genggam (handset) di Indonesia. Sebelumnya, para pejabat Indonesia telah mengumumkan rencana tersebut beberapa bulan lalu namun sejak itu mengatakan rencana tersebut ditunda.

Hon Hai mengatakan tidak ada jadwal pasti atau target biaya untuk proyek tersebut, yang menurut Menteri Perdagangan Indonesia akan menghabiskan biaya US$5 miliar sampai $10 miliar.

“Kami pasti melanjutkan investasi tersebut. Kami tidak mundur,” ujar juru bicara Hon Hai, Simon Hsing pada Selasa (18/12).

Hon Hai adalah sebuah unit dari Foxconn Technology Group, yang juga termasuk produsen telepon genggam terbesar di dunia.

“Kami masih mengevaluasi beberapa hal, termasuk menemukan mitra lokal yang dapat membantu distribusi dan pemasaran,” ujar Hsing.

Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat mengatakan pada Senin (17/12) bahwa Foxconn telah menunda proyeknya di Indonesia selama beberapa bulan. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pada Agustus lalu bahwa grup tersebut berharap dapat mulai membangun pabrik pembuatan telepon genggam pada Oktober tahun ini.

“Hal ini karena adanya perbedaan-perbedaan pada penghitungan pajak dan ketidaksepahaman dengan mitra-mitra lokal mengenai beberapa persyaratan,” ujar Hidayat.

Foxconn tidak pernah memberikan konfirmasi bahwa mereka memiliki rencana spesifik untuk Indonesia, meski chairman perusahaan Terry Gou mengatakan mereka menargetkan membangun operasi di sini.

Eksekutif dan analis industry telah menunjukkan manfaat mendirikan pabrik di Indonesia, karena tenaga kerja yang termasuk paling murah dan zona bebas cukai dari sekitar 600 juta konsumen di Asia, sementara upah naik dan praktik tenaga kerja Foxconn sedang diselidiki di basis produksi utamanya di Tiongkok.

Setelah kasus kematian dan bunuh diri tenaga kerja, Foxconn dan Apple telah berjanji memperbaiki kondisi 1,2 juta pekerja di Tiongkok dan menaikkan upah antara 16 persen sampai 25 persen.
Dalam penegasan rencananya Selasa, Hon Hai tidak menjelaskan ada penundaan jadwal.

"Kami dan pemerintah [Indonesia] tidak pernah mendiskusikan kerangka waktu atau ukuran investasi. Kami tidak melihat ada penundaan di pihak kami,” ujar Hsing.
“Kami telah berkomunikasi secara agresif dengan para pejabat pemerintah di sana. Kami harap semuanya berjalan lancar dan ada kemajuan besar dalam beberapa minggu ke depan.” (Reuters)
XS
SM
MD
LG