Tautan-tautan Akses

Kontestan Calon Presiden Partai Republik Rayu Pemilih Konservatif


Mantan Senator AS, Rick Santorum, merupakan calon favorit bagi para pemilih konservatif di Amerika bagian selatan.

Mantan Senator AS, Rick Santorum, merupakan calon favorit bagi para pemilih konservatif di Amerika bagian selatan.

Tiga bakal calon presiden utama dari Partai Republik hari Senin memusatkan kampanye mereka di bagian selatan Amerika, sehari sebelum dua pemilihan pendahuluan.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara Mitt Romney, Rick Santorum dan Newt Gingrich di Alabama dan Mississippi. Dua negara bagian tersebut penting karena para bakal calon berupaya meraih suara pemilih konservatif dan memperluas dukungan bagi mereka dari segmen inti partai itu. Mantan Ketua DPR Gingrich juga berupaya kembali tampil setelah menang minggu lalu di negara bagian Georgia.

Romney, mantan gubernur Massachusetts, jauh memimpin dalam perolehan delegasi yang diperlukan untuk mendapatkan nominasi Partai Republik, tetapi belum berhasil menarik dukungan pemilih kelas menengah dan kelompok agama serta konservatif yang mendukung saingan utamanya, Santorum.

Sebagai dorongan bagi Romney, sebuah survei baru Washington Post-ABC News menunjukkan ia berada didepan Presiden Barack Obama dalam kontes hipotesis 49 persen berbanding 47 persen. Survei dengan marjin kesalahan empat persen itu mengatakan Santorum akan meraih 46 persen berbanding Obama 49 persen.

Romney hari Sabtu menang di Wyoming, serta enam negara bagian dalam Super Tuesday minggu lalu, termasuk di negara bagian yang penting Ohio. Santorum, mantan senator dari Pennsylvania, menang kaukus di Kansas hari Sabtu, beberapa hari setelah menang di North Dakota, Oklahoma dan Tennessee.

Ketiga calon Partai Republik itu juga terus menyerang Presiden Obama karena tingginya harga-harga bahan bakar, dan karena tidak mendorong pengeboran minyak baru di Amerika. Pol yang diadakan harian Washington Post dan jaringan televisi ABC menunjukkan, harga-harga bahan bakar yang tinggi bisa merugikan kampanye pemilihan kembali presiden Obama.

Pakar John Foster dari Pusat Kebijakan Bipartisan mengatakan pada VOA, kemungkinan Romney harus terus berjuang berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum ia bisa memperoleh cukup suara delegasi yang diperlukan. Kata foster lagi, perjuangan masih panjang bagi Romney dan ia tak akan bisa menang mudah.

XS
SM
MD
LG