Tautan-tautan Akses

Sekitar 2500 penonton memadati arena pertunjukan dari maestro gitar Indonesia Dewa Budjana, pada akhir November ini.

Konser berjudul "Zentuary Dewa Budjana' digelar di area terbuka bukit Taman Tebing Breksi kota Yogyakarta, sempat diguyur hujan dan tertunda sekitar 45 menit. Namun para pencinta dan fans Budjana populer lewat Spirit Band dan Band Gigi ini tetap bertahan dan menikmati musik bernuansa progresif Jazz dengan hentakan irama jazz rock.

'Zentury' merupakan nama album ke-sepuluh dan terbaru dari Dewa Budjana, yang direkam di kota West Hurley, Woodstock, New York pada Januari 2015. Album ini didukung oleh musisi kenamaan Amerika seperti Gary Husband (drum) yang pernah bergabung dengan musisi Allan Holdsworth dan Level 42, Tony Levin (Bass) bermain untuk Alice Cooper, Peter Gabriel dan Pink Floyd serta Guthrie Govan dari The Aristocrat. Hadir juga penyanyi Ubiet Ina Raseuki dan Risa Saraswati. Namun dalam pagelaran perdana album ini, Budjana mengajak musisi-musisi Indonesia untuk memainkan repertoar 'Zentury' seperti Martin Siahaan, Shadu Rasyidi dan drummer muda yang baru lulus dari Music Institute di Los Angeles, Demaz Narawangsa. Budjana juga mengajak musisi lokal Yogyakarta, Singgih Sanjaya String Antrean dan grup gamelan Anon Suneko Omah.

Konser Dewa Budjana

Konser Dewa Budjana

Sejak tahun 2011, Budjana sudah merilis tiga album di New York yaitu Damai Paradise, Joged Kahyangan dan Surya Namaskar. Seluruh album ini diproduksi dan didistribusikan bekerjasama dengan perusahaan rekaman Moonjune Records, yang berbasis di New York. "Buat saya, rekaman itu adalah berkarya, seharusnya media untuk berekspresi adalah manggung, tapi saya jarang manggung sendiri (solo). Jadi media terbaik untuk saya adalah membuat rekaman," kata Budjana dalam wawancara dengan VOA saat meluncurkan album di New York.

Suasana dan gaya hidup kota New York yang enerjik dan penuh dinamika dipadukan dengan nada-nada semi-pentatonik, tercermin dalam album ini. Salah satu hits Manhattan Temple, membuai pendengar untuk berada di antara ribuan manusia New Yorker yang sibuk mengejar impian di Manhattan. Sementara dalam Dancing Tears, Budjana seakan ingin mendobrak sensasi genre jazz musik dengan progresi akord yang terus berubah diatas petikan gitar akustik dan elektrik. Dua lagu ini dimainkan Budjana bersama 11 lagu lainnya. "Mudah-mudahan sahabat semua bisa menukmati konser kali ini," kata Budjana dikutip dari siaran pers Forum Wartawan Hiburan.

Konser ditutup dengan dentingan gitar slow beat dari lagu Surya Namaskar.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG