Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Desak Pemecatan Para Pelaku Skandal Kolombia

  • Kent Klein

Anggota Kongres Amerika mendesak agar para pengawal presiden pelaku skandal Kolombia diberhentikan dari jabatannya (foto: dok).

Anggota Kongres Amerika mendesak agar para pengawal presiden pelaku skandal Kolombia diberhentikan dari jabatannya (foto: dok).

Anggota Kongres Amerika mendesak agar para pengawal presiden yang terlibat skandal pekerja seks komersial (PSK) di Kolombia dipecat.

Tiga anggota telah dipecat dari badan itu. Belum jelas apakah insiden itu akan mempengaruhi upaya pencalonan kembali Presiden Barack Obama bulan November nanti. Wartawan VOA Kent Klein melaporkan dari Gedung Putih.

Peter King, anggota Kongres dari Partai Republik yang memimpin penyelidikan skandal tersebut, menyambut baik pemecatan yang dilakukan sehari sebelumnya dan tidak terkejut jika lebih banyak lagi anggota yang akan dipecat nantinya. Senator Charles Grassley, anggota Komite Hukum Senat dari Partai Republik menyebut pemecatan itu sebagai perkembangan positif.

Sebelas anggota pengawal presiden AS dituduh memanggil sejumlah PSK ke hotel mereka di Cartagena, Kolombia pekan lalu, saat sedang mempersiapkan keamanan menjelang kedatangan Presiden Barack Obama untuk menghadiri KTT Amerika. Tim penyelidik pengawal presiden AS tersebut kini berada di Kolombia untuk menyelidiki insiden itu.

Jeffrey Robinson, penulis buku tentang jaringan 'Secret Service' mengatakan skandal itu telah mencemarkan reputasi badan keamanan tersebut.“Tercemar merupakan istilah yang tepat, dan itulah yang menyebabkan banyak agen yang kini sangat marah. Kesebelas agen yang terlibat itu membuat badan ini disorot dan membuat agen-agen lainnya tidak dapat melakukan pekerjaan mereka”.

Segera setelah insiden itu terungkap hari Sabtu lalu, Presiden Barack Obama mengatakan kepada para wartawan bahwa perilaku para agen itu tidak dapat diterima oleh siapapun yang mewakili Amerika.

Beberapa agen yang diduga terlibat dalam skandal ini bukan merupakan bagian dari tim yang melindungi presiden. Sekitar 10 agen diduga terlibat dalam hal ini.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney pekan ini memuji tindakan Direktur 'Secret Service', Mike Sullivan, setelah insiden itu. “Presiden yakin akan kemampuan Direktur “Secret Service,” ungkap Jay Cartney. "Mike Sullivan bertindak cepat menanggapi insiden ini dan saat kita bicara, ia melakukan penyelidikan atas insiden itu,” pujinya.

Sejumlah tokoh Partai Republik tampak menahan diri untuk memberi tanggapan. Mantan gubernur Massachusetts Mitt Romney, yang tampaknya akan menjadi penantang Presiden Barack Obama dalam pemilihan presiden bulan November nanti, juga menyampaikan keyakinannya atas kemampuan Direktur 'Secret Service' Mike Sullivan. Dalam wawancara radio hari Rabu, Mitt Romney mengatakan jika berada dalam posisi Mike Sullivan maka ia juga akan memecat agen-agen yang terlibat.

Insiden pengawal Presiden Obama ini terjadi bersamaan ketika sejumlah pejabat dari badan pemerintah lainnya, General Services Administration (GSA), dituduh menghambur-hamburkan sejumlah besar uang dalam konferensi GSA tahun 2010 di Las Vegas, Nevada.

Dua insiden ini memicu pertanyaan dari para oposan politik Presiden Obama tentang kompetensi yang dijanjikan dalam kampanye tahun 2008.

Tetapi sejumlah ahli mengatakan skandal PSK ini tidak akan merugikan citra politik Presiden Barack Obama. Thomas Mann dari Brookings Institution mengatakan sulit bagi kelompok-kelompok oposisi untuk memanfaatkan skandal ini. “Insiden ini mempermalukan 'Secret Service', tetapi sulit membayangkan jika ada orang yang menghubungkannya dengan Obama. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kandidat kelompok oposisi dapat menggunakan skandal ini untuk menantangnya dalam kampanye tanpa merugikan dirinya sendiri,” kata Thomas Mann.

Sementara penulis Jeffrey Robinson mengatakan tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintahan Obama untuk mencegah para agen agar tidak terlibat dengan para PSK itu. “Siapa pun yang mencoba menjadikan insiden ini sesuatu yang lebih dari sekedar 11 laki-laki mabuk dan melakukan apa yang bisa dilakukan 11 laki-laki ketika mereka punya waktu dan mencari pekerja seks komersial, tidak fair dan salah,” ungkap Jeffrey.

Jeffrey Robinson memperkirakan skandal ini mungkin sudah akan dilupakan dalam waktu satu tahun.
XS
SM
MD
LG