Tautan-tautan Akses

Kongres AS Tak Dukung Pidato Pembelaan Obama soal Libya


Pidato pembelaan Obama soal serangan ke Libya Senin malam (28/3) gagal meyakinkan para anggota Kongres AS.

Pidato pembelaan Obama soal serangan ke Libya Senin malam (28/3) gagal meyakinkan para anggota Kongres AS.

Ketua DPR AS, John Boehner, mengatakan rakyat AS masih belum tahu tentang apa yang dimaksud Obama dengan sukses di Libya.

Pembelaan Presiden Amerika Barack Obama atas keterlibatan militer Amerika di Libya agaknya tidak mendapat dukungan kongres. Banyak yang mengecam pemerintahan dalam menangani perkembangan di negara Afrika utara itu. Misi militer Amerika di Libya tersebut masih menjadi isu perdebatan dalam Kongres Amerika.

Petinggi Partai Republik dalam Komite Angkatan Bersenjata Senat, John McCain dari Arizona, mengatakan Presiden Obama memberikan alasan kuat mengenai intervensi Amerika di Libya dalam pidatonya hari Senin malam. Tapi, ketika tampil dalam acara TV CBS, McCain mempertanyakan pernyataan presiden yang mengatakan tindakan lebih jauh dari penerapan zona larangan terbang di Libya dan memaksa pemimpin Moammar Gadhafi turun dari kekuasaan adalah suatu kesalahan. Senator McCain membandingkan keadaan itu dengan Irak.

McCain mengatakan, "Jika Gaddafi tetap berkuasa, kita akan melihat jalan buntu, sama halnya dengan yang terjadi dengan mantan pemimpin Irak Saddam Hussein ketika kita menerapkan zona larangan terbang, sanksi, dan lain-lain, dan itu berlangsung selama 10 tahun. Jika Gaddafi tetap berkuasa, ia akan terus meneror rakyatnya sendiri. Dan, tentu saja, ia bersalah akan kejahatan perang. "

McCain mengatakan Amerika harus, menurut kata-katanya, "terus maju sampai ke Tripoli" dan membantu pasukan pemberontak menjatuhkan pemimpin Libya itu sesegera mungkin.
Ketua DPR Amerika, John Boehner

Ketua DPR Amerika, John Boehner

Anggota Partai Republik lainnya mengkritik Presiden Obama, bukan karena apa yang dikatakan dalam pidatonya, tetapi tentang apa yang dikehendakinya terjadi di Libya. Ketua DPR, John Boehner, mengatakan lebih dari seminggu setelah intervensi militer Amerika dimulai, "Rakyat Amerika masih belum tahu tentang apa yang dimaksud dengan sukses di Libya?"

Anggota DPR dari Partai Demokrat terpecah pendapatnya dalam hal penanganan masalah Libya serta pidato presiden tersebut. Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid mengatakan Obama memaparkan visi yang jelas bagi kemerdekaan Libya.

Anggota Kongres dari Missouri Emanuel Cleaver memuji pengumuman presiden yang menyebutkan bahwa komando misi militer tersebut akan dialihkan kepada NATO. Dia mengatakan Obama "memahami sepenuhnya" bahwa Amerika tidak bisa menghadapi situasi seperti di Irak atau Afghanistan. "

Anggota Partai Demokrat lainnya tetap menentang keras intervensi militer Amerika di Libya, terutama tanpa persetujuan Kongres.

Anggota DPR dari Ohio Dennis Kucinich mengatakan, "Amerika kini menjadi polisi dunia lagi, karena pemimpin kita menentukan kapan kita harus campur tangan. Saya rasa itu adalah posisi yang sangat berbahaya bagi kita."

Para pejabat pemerintah akan memberikan keterangan tentang Libya baik dalam sidang tertutup maupun terbuka di Gedung Kongres pekan ini. Anggota DPR dari kedua partai mengatakan akan meminta jawaban tentang perkiraan biaya dari misi militer tersebut.

XS
SM
MD
LG