Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Perpanjang Anggaran Pemerintah Federal


Para anggota Kongres AS meloloskan RUU perpanjangan anggaran pemerintah Amerika hari Rabu 30/9 (foto: dok).

Para anggota Kongres AS meloloskan RUU perpanjangan anggaran pemerintah Amerika hari Rabu 30/9 (foto: dok).

DPR Amerika meloloskan RUU sementara itu dengan 277 suara mendukung dan 151 menolak hari Rabu (30/9), setelah sebelumnya Senat AS meloloskannya dengan suara 78-20.

Hanya beberapa jam sebelum tenggat Rabu tengah malam (30/9), Kongres Amerika akhirnya mengesahkan RUU perpanjangan anggaran pemerintah Amerika agar bisa terus beroperasi setidaknya hingga pertengahan bulan Desember.

DPR Amerika meloloskan RUU itu dengan 277 suara mendukung dan 151 menolak, setelah sebelumnya Senat meloloskannya dengan suara 78-20.

Gedung Putih mengatakan Presiden Barack Obama akan menandatanganinya agar menjadi UU. Jurubicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan, "Rakyat Amerika pantas mendapatkan lebih baik daripada solusi jangka pendek pada menit-menit terakhir."

Perdebatan tentang anggaran pemerintah Amerika memang rutin, tetapi kali ini diwarnai konflik internal dalam faksi Republik yang menguasai baik DPR maupun Senat. Sekelompok politisi Republik yang sangat konservatif dianggap enggan berkompromi, terutama untuk pendanaan bagi organisasi layanan kesehatan perempuan Planned Parenthood yang juga menyediakan layanan aborsi.

RUU itu akan mendanai operasi pemerintah Amerika hingga 11 Desember dan memberi waktu 10 minggu bagi Kongres untuk terus merundingkan anggaran tahun 2016. Tetapi perdebatan berikutnya dipastikan akan tetap sengit dan tidak ada jaminan akan tercapai sukses.

Ketua DPR John Boehner, dari Partai Republik, akan mengundurkan diri pada akhir bulan Oktober karena mengatakan tidak ingin menyebabkan lagi penutupan sebagian operasi pemerintah hanya karena isu Planned Parenthood.

Dua tahun lalu, debat serupa memicu penutupan sebagian operasi pemerintah Amerika selama 16 hari terkait pendanaan UU asuransi kesehatan yang digagas Presiden Obama. Para pemimpin faksi Republik tidak ingin mengulangi hal itu menjelang pemilu presiden tahun depan.‚Äč [th/ds]

XS
SM
MD
LG