Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Masih Didominasi Pemeluk Agama yang Sama


Dari kiri, Presiden AS Barack Obama, Ketua DPR Paul Ryan dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell berdoa pada akhir upacara peringatan 150 tahun Amandemen ke-13, yang secara formal menghapus perbudakan (9/12). (Reuters/Jonathan Ernst)

Meski persentase orang dewasa AS yang menyebut diri mereka Kristen menurun menjadi 71 persen, 91 persen anggota Kongres beragama Kristen.

Kongres AS yang dilantik hari Selasa (3/1) masih didominasi pemeluk Kristen, hampir sama seperti tahun 1960an, bahkan ketika jumlah orang dewasa Amerika Serikat yang menyebut dirinya Kristen telah menurun, menurut analisis Pew Research Center.

Sebuah laporan dari kelompok nonpartisan mengatakan 91 persen dari anggota Kongres ke-115 yang didominasi oleh Partai Republik menggambarkan diri mereka sebagai Kristen, turun sedikit dari 95 persen pada Kongres ke-87 tahun 1961 dan 1962, tahun-tahun pertama dengan data yang dapat dibandingkan.

Sebaliknya, porsi orang dewasa AS yang menyebut diri mereka Kristen turun menjadi 71 persen tahun 2014, menurut laporan Pew. Meskipun Pew tidak memiliki angka-angka pada tahun 1960an, sebuah survei Gallup dari masa itu menemukan bahwa 93 persen rakyat Amerika menggambarkan diri mereka Kristen.

"Hal yang paling menarik adalah begitu kecilnya perubahan di Kongres dalam beberapa tahun terakhir, terutama dibandingkan dengan publik secara umum," ujar Aleksandra Sandstrom, yang memimpin penulisan laporan tersebut, dalam wawancara lewat telepon.

Gedung Capitol Hill di Washington, D.C. (VOA/Diaa Bekheet)
Gedung Capitol Hill di Washington, D.C. (VOA/Diaa Bekheet)


Kesenjangan terbesar antara Kongres dan rakyat Amerika lainnya adalah di antara mereka yang mengatakan mereka tidak beragama. Hanya satu anggota Kongres, Kyrsten Sinema dari Partai Demokrat, yang mengatakan ia tidak berafiliasi dengan agama mana pun. Survei Pew menemukan bahwa 23 persen rakyat Amerika mengatakan hal yang sama.

Persentase warga Amerika yang tidak beragama telah meningkat, namun porsi pemilih yang mengatakan dalam jajak-jajak pendapat di tempat-tempat pemungutan suara bahwa mereka tidak beragama, lebih rendah dibandingkan dengan publik secara umum, ujar Greg Smith, ahli dari Pew mengenai lanskap agama AS.

"Kekuatan politik kelompok itu mungkin menghambat pertumbuhan mereka dalam populasi secara keseluruhan," ujarnya.

Dari 293 anggota Partai Republik yang masuk Kongres yang baru, hanya du yang mengidentifikasi sebagai Kristen. Dua orang Yahudi dari Partai Republik -- Lee Zeldin dari New York dan David Kustoff dari Tennessee – bertugas di Dewan Perwakilan Rakyat.

Delapan puluh persen dari 242 anggota Demokrat di Kongres beragama Kristen, namun ada 28 Yahudi, tiga Buddhis, tiga Hindu, dua Muslim dan satu Unitarian Universalist.

Persentase Protestan dalam Kongres telah turun menjadi 56 persen saat ini dibandingkan dengan 75 persen tahun 1961, sementara porsi Katolik di naik 31 persen dari 19 persen.

Penduduk AS pada 2014 terdiri dari 46,5 persen Protestan dan 21 persen Katolik, berdasarkan survei Pew.

Survei itu didasarkan pada data yang dikumpulkan CQ Roll Call melalui daftar pertanyaan dan telepon kepada kantor-kantor anggota dan kandidat Kongres. [hd]

XS
SM
MD
LG