Tautan-tautan Akses

Kongres AS Desak Pembangunan Layanan KA Cepat

  • Wita Sholhead

Kereta api magnetik berkecepatan tinggi, atau dikenal dengan istilah 'magley' di Shanghai, Tiongkok. Kereta ini dapat mencapai kecepatan maksimal 430 kilometer per jam.

Kereta api magnetik berkecepatan tinggi, atau dikenal dengan istilah 'magley' di Shanghai, Tiongkok. Kereta ini dapat mencapai kecepatan maksimal 430 kilometer per jam.

AS masih kalah jauh dengan Eropa maupun negara-negara Asia untuk urusan kereta api cepat. Dan, kini Kongres mendesak jaringan KA cepat ini cepat dibangun.

Komisi Perhubungan dan Infrastruktur DPR membuat perjalanan simbolik dari ruangan Kongres di Washington ke stasiun kereta api Grand Central di New York. Perjalanan itu merupakan bagian dari dengar pendapat Komisi tersebut mengenai usul pembangunan layanan kereta api cepat di Amerika yang menghubungkan kota-kota di timur laut, terbentang sepanjang 700 kilometer dari Washington ke Boston. Jalur kereta api ini adalah yang tersibuk di Amerika.

Walikota New York Michael Bloomberg yang memberi kesaksian di muka panel Kongres menyebut prestasi Amerika di bidang perhubungan seperti jalan kereta api dari barat ke timur sebagai bukti tradisi Amerika untuk membangun hal-hal besar.

“Tetapi, itu dulu," tambah Bloomberg. "Saat ini, Amerika hanya menginvestasikan sedikit di atas dua persen Produk Domestik Bruto (PDB) dalam infrastruktur, sementara Eropa menginvestasikan sedikitnya empat persen dan Tiongkok hampir enam persen dari PDB-nya.”

Bloomberg ingat ketika ia berkunjung ke Shanghai, Tiongkok, di mana ia mendarat di bandara dan naik kereta api magnetik berkecepatan tinggi. Selama perjalanan, ujarnya, kopi dalam cangkirnya tidak bergetar sedikitpun.

“Benar-benar menakjubkan. Negara-negara lain berusaha melakukan hal serupa, membuat alat transportasi yang jauh lebih efisien, cepat dan memenuhi kebutuhan dunia global. Negara-negara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah membangun kereta api cepat, dan kereta api Amerika masih seperti ini. Apa yang kita tunggu?”

Bloomberg memuji Presiden Obama dan Kongres karena menyediakan 10 miliar dolar bagi pembangunan kereta api cepat. Tapi, mantan Gubernur negara bagian Pennsylvania, Ed Rendell, mengatakan biaya untuk membangun jaringan kereta api cepat itu diperkirakan berkisar antara 89 sampai 117 miliar dolar.

Biaya pembangunan kereta api cepat tidaklah murah, menurut Rendell. "Tiongkok mengeluarkan biaya 300 milyar dolar. Di sana, kereta api cepat yang menghubungkan semua kota besar terentang sepanjang 25.750 kilometer. Kita seharusnya tidak perlu menggunakan pesawat udara untuk jarak kurang dari 800 kilometer. Perjalanan seperti seharusnya dilakukan dengan kereta api berkecepatan tinggi. Itu yang dilakukan di Eropa, Jepang dan Tiongkok. Apa yang dilakukan di Amerika, memalukan.”

Rendell dan Bloomberg menghimbau peningkatan belanja pemerintah untuk membangun insfrastruktur Amerika.

XS
SM
MD
LG