Tautan-tautan Akses

AS

Kongres dan Pejabat AS Belum Sepakat soal Peretasan Rusia

  • Michael Bowman

Adam Schiff, anggota DPR AS dari fraksi Demokrat mengecam sikap Donald Trump yang terus membantah keterlibatan Rusia dalam pilpres bulan lalu (foto: dok).

Para pejabat dan anggota Kongres Amerika masih berbeda sikap mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden bulan lalu.

Ketiadaan konsensus dalam masa transisi presiden yang sedang berlangsung bisa mempengaruhi cara Amerika akhirnya menanggapi serangan dunia maya.

Presiden terpilih Donald Trump secara terbuka membantah penilaian intelijen Amerika mengenai kegiatan dunia maya Rusia, sesuatu yang membingungkan Presiden Obama.

"Kecuali kalau orang-orang Amerika benar-benar menilai bahwa profesional di CIA, FBI, dan seluruh infrastruktur intelijen kita, kurang bisa dipercaya dibandingkan orang-orang Rusia, maka orang seharusnya menyimak apa yang perlu disampaikan badan intelijen kita. Apalagi banyak dari mereka telah mengabdi dalam pemerintahan sebelumnya yang dipegang Partai Republik," papar Obama.

Sebagian penasihat Trump mengatakan bahwa kasus peretasan terkait Rusia ini rumit.

Mantan Direktur CIA James Woolsey mengatakan, "China bagus. Salah satu hal yang kita lakukan dalam dunia maya adalah mencoba terlihat seperti orang lain, mengupayakan peretasan yang kita lakukan tampak seperti dilakukan orang lain."

Sedangkan Adam Schiff, anggota DPR dari fraksi Demokrat mengatakan, "Sikap presiden-terpilih yang terus membantah keterlibatan Rusia sangat merusak negara ini."

Demokrat mencatat Trump akan harus bergantung pada badan-badan intelijen manakala menjadi panglima tertinggi.

"Ia merusak diri sendiri dan kemampuannya untuk memimpin negara ini ketika menjadi presiden. Pada satu ketika kita akan mengalami krisis keamanan nasional," tambah Schiff.

Penilaian juga disampaikan anggota DPR dari Fraksi Republik, Peter King.

"Menurut saya, Putin jahat. Menurut saya, Rusia bersalah melakukan peretasan yang sangat jahat di seluruh dunia," tuturnya.

Tetapi sebagian anggota DPR fraksi Republik mengeluh pemerintahan Obama menuding Rusia tanpa memberi bukti.

Peter King menambahkan, “Kalau mereka (pemerintahan Obama) memiliki bukti, tunjukkan. Mereka belum menunjukkannya."

Presiden Obama menanggapinya dengan mengatakan, "Kami akan memberi bukti tanpa perlu menunjukkan sumber dan cara mendapatkannya. Tetapi terus terang, kalau bicara tentang keamanan dunia maya, banyak hal yang dirahasiakan."

Apapun bukti yang dikumpulkan, respon jangka panjang atas peretasan Rusia, serta keamanan dunia maya Amerika secara keseluruhan, akan terpulang ke pemerintahan Trump. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG