Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Akhiri Kebuntuan Anggaran dan Pagu Utang


Pemimpin mayoritas Senat AS Harry Reid berbicara setelah pemungutan suara di Gedung Capitol Hill, Washington (16/10). (Reuters/Kevin Lamarque)

Pemimpin mayoritas Senat AS Harry Reid berbicara setelah pemungutan suara di Gedung Capitol Hill, Washington (16/10). (Reuters/Kevin Lamarque)

Menjelang tenggat waktu, Kongres AS meloloskan RUU anggaran yang memungkinkan pemerintah Amerika beroperasi kembali dan menaikkan pagu utang.

Kongres Amerika Serikat pada Rabu malam (16/10) waktu setempat meloloskan rancangan undang-undang untuk mengakhiri penutupan pemerintah parsial yang sudah berjalan 16 hari, dan menarik ekonomi terbesar dunia itu dari kemungkinan kegagalan pembayaran utang yang dapat mengancam keuangan negara.

Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat masing-masing meloloskan RUU anggaran setelah pihak Partai Republik menghentikan upaya mereka untuk mengaitkan RUU tersebut dengan perubahan dalam undang-undang kesehatan yang digagas Presiden Barack Obama, atau Obamacare.

Senat, yang dikuasai oleh Partai Demokrat, melakukan pemungutan suara terlebih dahulu, dengan hasil 81-18, disusul oleh DPR, yang didominasi oleh Partai Republik, dengan hasil final 285-144 dua jam kemudian.

Di Gedung Putih, Obama memuji langkah Kongres dan mengatakan, “Saya akan menandatanganinya segera. Kita akan mulai membuka pemerintahan segera dan kita dapat mulai menghapus ketidakpastian yang dihadapi sektor usaha dan rakyat Amerika.”

Namun kesepakatan ini hanya menawarkan solusi sementara dan tidak menyelesaikan isu-isu fundamental dari anggaran dan defisit yang memecah Republik dan Demokrat. Undang-undang anggaran ini mendanai pemerintah sampai 15 Januari dan menaikkan pagu utang sampai 7 Februari, sehingga ada kemungkinan rakyat Amerika akan menghadapi penutupan pemerintah lagi tahun depan.

“Mudah-mudahan berikutnya tidak perlu (ada kesepakatan) menjelang tenggat waktu. Kita harus menghentikan kebiasaan mengelola negara dengan krisis,” ujar Obama.

Pembukaan pemerintah secara penuh diperkirakan memakan waktu beberapa hari. (AP/Reuters)
XS
SM
MD
LG