Tautan-tautan Akses

Kongres Amerika Bahas Pajak, Traktat Nuklir Rusia


Menlu AS Hillary Clinton dan Menhan AS Robert Gates mengimbau Kongres dan Senat untuk meratifikasi kesepatakan nuklir baru dengan Asia.

Menlu AS Hillary Clinton dan Menhan AS Robert Gates mengimbau Kongres dan Senat untuk meratifikasi kesepatakan nuklir baru dengan Asia.

Sesi “lame duck” Kongres dimulai hari ini dengan berbagai agenda penting, termasuk soal kemudahan pajak dan ratifikasi traktat nuklir.

Kongres Amerika pada hari Senin ini memulai sesi “lame duck”, dengan mengerjakan sejumlah hal penting termasuk memperbesar kemudahan pajak serta ratifikasi kesepakatan senjata nuklir baru dengan Rusia.

Lame duck diartikan sebagai periode di mana seorang atau beberapa pejabat masih meneruskan masa jabatan setelah kalah dalam pemilihan ulang sambil menunggu pejabat baru dilantik. Sebutan tersebut ditujukan kepada Ketua DPR Nancy Pelosi, yang sebentar lagi harus mundur setelah Ketua DPR yang baru John Boehner, setelah Partai Republik memenangkan kursi mayoritas di Kongres pada pemilu sela lalu.

Dalam harian The Washington Post pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates menghimbau Senat untuk meratifikasi traktat itu dan mengatakan Amerika bertanggung jawab mengawasi kekuatan nuklir besar lainnya di dunia.

Traktat ini akan mengurangi sepertiga kepemilikan nuklir Amerika dan Rusia.

Clinton dan Gates mengatakan pakta tersebut akan menciptakan “hubungan yang lebih stabil, dapat diprediksi dan kerjasama” antara kedua negara.

Traktat harus diratifikasi oleh dua pertiga Senat, di mana anggota dari Partai Republik telah mengungkapkan kekhawatiran mengenai pembatasan upaya pertahanan misil ataupun modernisasi senjata nuklir Amerika.

Presiden Amerika Barack Obama telah menjanjikan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bahwa ratifikasi adalah prioritas utama Kongres dan menjanjikan upaya lobi yang enerjik.

XS
SM
MD
LG