Tautan-tautan Akses

Kongo Ubah RUU Pemilu yang Kontroversial


Toko-toko tampak tutup di Kinshasa pada hari ke-4 kerusuhan menentang Presiden Kongo, Joseph Kabila (22/1).

Toko-toko tampak tutup di Kinshasa pada hari ke-4 kerusuhan menentang Presiden Kongo, Joseph Kabila (22/1).

Senat Republik Demokratik Kongo telah merevisi RUU pemilu yang memicu protes disertai kekerasan di mana sedikitnya 12 orang tewas.

Para penentang mengatakan versi sebelumnya RUU itu, yang disahkan oleh majelis rendah, akan memungkinkan Presiden Joseph Kabila untuk tetap berkuasa selama bertahun-tahun dengan menunda pemilihan sampai sensus nasional selesai.

RUU Senat itu, yang diumumkan hari Jumat, tidak termasuk keharusan adanya sensus dan mengatakan upaya untuk memperbarui daftar pemilih harus menghormati batas waktu yang ditetapkan konstitusi untuk pemilu. Para anggota parlemen kini berusaha mencocokkan kedua versi RUU itu sebelum ditentukan melalui voting minggu depan.

Protes terhadap RUU yang dimulai hari Senin di Kinshasa menyebar ke Goma dan kota-kota lainnya. Sebuah kelompok HAM mengatakan sekitar 42 orang tewas ketika polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan demonstran.

Juru bicara pemerintah Lambert Mende mengatakan 12 orang tewas, termasuk seorang polisi. Dalam sebuah wawancara dengan VOA, Mende mengatakan polisi bertindak untuk menghentikan kekerasan dan penjarahan. Ia juga mengatakan bahwa Presiden Kabila telah berulang kali menyatakan bahwa konstitusi akan dihormati

XS
SM
MD
LG