Tautan-tautan Akses

Konferensi Kairo Oposisi Suriah Berakhir Ricuh


Pemimpin Liga Arab Nabil El-Arabi (tengah) dalam konferensi Oposisi Suriah di Kairo (2/7), yang dihadiri oleh para anggota oposisi Suriah dan Arab dan para menteri luar negeri kawasan tersebut.

Pemimpin Liga Arab Nabil El-Arabi (tengah) dalam konferensi Oposisi Suriah di Kairo (2/7), yang dihadiri oleh para anggota oposisi Suriah dan Arab dan para menteri luar negeri kawasan tersebut.

Konferensi yang diprakarsai oleh Liga Arab di Kairo berakhir ricuh dengan keluarnya delegasi Kurdi dari ruang pertemuan (3/7).

Konferensi yang disponsori Liga Arab di Kairo dan bertujuan untuk menyatukan oposisi Suriah yang terpecah-belah, telah berakhir dengan kekacauan hari Selasa (3/7) saat delegasi Kurdi keluar dari ruang pertemuan.

Beberapa saksi melaporkan terjadinya perkelahian dan pertengkaran yang ribut dalam konferensi tersebut. Kurdi mengeluh keberadaan mereka dikesampingkan saat pihak oposisi sedang mengupayakan persatuan dalam persiapan menuju Suriah pasca Assad.

Para delegasi memang mengeluarkan pernyataan terakhir yang menyepakati bahwa kekerasan di Suriah harus dihentikan dan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tidak dapat tetap berkuasa untuk mewujudkan solusi politik.

Sebelumnya hari Selasa (3/7), jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland mengatakan dutabesar Amerika untuk Suriah Robert Ford melaporkan kemajuan penting dalam pertemuan di Kairo itu.

Amerika Serikat enggan membantu pemberontak Suriah, sebagian karena pejabat-pejabat Amerika tidak tahu siapa pemimpin mereka.

Nuland juga mengatakan Presiden Assad sudah hampir kehabisan uang. Dia mengatakan Assad sudah menghabiskan sebagian besar kekayaan negara Suriah untuk mengoperasikan peralatan perang. Nuland mengatakan sanksi telah mendatangkan inflasi dan mengurangi kemampuan Assad untuk mengimpor barang yang dibutuhkan untuk memelihara negara.
XS
SM
MD
LG