Tautan-tautan Akses

Konferensi Perubahan Iklim PBB di Durban Capai Kesepakatan


Para peserta Konferensi Perubahan Iklim PBB berkerumun pasca tercapainya kesepakatan di Durban (11/12).

Para peserta Konferensi Perubahan Iklim PBB berkerumun pasca tercapainya kesepakatan di Durban (11/12).

Delegasi dari 194 negara ke konferensi iklim di Afrika Selatan sepakat merundingkan perjanjian yang secara hukum mengikat negara-negara untuk mengambil tindakan memperlambat perubahan iklim.

Menurut persetujuan yang dicapai hari Minggu, negara-negara industri akan harus mematuhi Perjanjian Kyoto tahun 1997 paling tidak selama lima tahun lagi, setelah perjanjian itu habis masa berlakunya tahun depan. Perjanjian itu mewajibkan negara-negara memenuhi target emisi gas rumah kaca, tetapi Rusia, Jepang dan Kanada mengatakan, mereka tidak akan ikut dalam perpanjangan Perjanjian Kyoto.

Persetujuan Minggu pagi itu dicapai dua hari setelah jadwal penutupan konferensi Durban.

Amerika mengatakan hanya menjanjikan pengurangan emisi jika semua penyumbang emisi melakukan komitmen serupa. Tiongkok dan India terang0terangan menolaknya dengan mengatakan, mereka telah meluncurkan program ekologi ambisius sementara negara-negara industri tidak memenuhi kewajiban mereka. Ketiga negara tidak terikat Perjanjian Kyoto.

Upaya mencapai kesepakatan tersebut dicapai setelah dua malam berturut-turut tidak tidur dalam konferensi di Afrika Selatan. Perundingan terus berlangsung hingga Jum’at kemarin, yang semula dijadwalkan sebagai akhir Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di kota Durban.

Kebanyakan perdebatan memusatkan perhatian pada usul Uni Eropa untuk mendorong para negara pencemar lingkungan itu, mulai dari negara maju dan sedang berkembang cepat perekonomiannya seperti Tiongkok dan India, untuk menerima pemotongan emisi gas rumah kaca mereka.

XS
SM
MD
LG