Tautan-tautan Akses

Pemimpin Dunia Janjikan Dukungan Jangka Panjang bagi Afghanistan


Para delegasi ke konferensi 80 negara untuk Afghanistan berfoto bersama di Bonn, Jerman (5/12).

Para delegasi ke konferensi 80 negara untuk Afghanistan berfoto bersama di Bonn, Jerman (5/12).

Konferensi dunia yang memusatkan perhatian pada masa depan Afghanistan dimulai di bekas ibu kota Jerman, Bonn, hari Senin ini.

Para pemimpin dunia telah menjanjikan dukungan jangka panjang bagi Afghanistan yang hancur akibat perang, seraya pasukan tempur internasional bersiap meninggalkan negara itu tahun 2014.

Sekitar 100 negara dan organisasi internasional menghadiri konferensi internasional hari Senin di Bonn, Jerman, untuk menetapkan arah masa depan Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan Amerika siap mendukung Afghanistan, tetapi negara di Asia Selatan itu harus melakukan reformasi, mengambil tanggung jawab atas keamanan, dan membangun demokrasi berdasarkan hukum.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan dalam konferensi itu bahwa setelah penarikan pasukan NATO dari negaranya tahun 2014, Afghanistan masih akan memerlukan bantuan internasional untuk setidaknya 10 tahun lagi.

Ia mengatakan pemerintah Afghanistan akan berupaya untuk memberantas korupsi lebih efektif dan melakukan reformasi dalam institusi pemerintah sehingga lebih efisien, transparan dan bertanggungjawab.

Pakistan, yang dianggap vital untuk prospek stabilitas di Afghanistan, memboikot pertemuan satu hari tersebut sebagai tanggapan atas serangan lintas perbatasan oleh NATO bulan lalu yang menewaskan 24 tentara Pakistan.

Clinton mengatakan sangat disayangkan Pakistan tidak hadir, tetapi ia berharap Pakistan bisa berperan konstruktif di masa depan.

Sementara itu, tetangga Afghanistan, Iran, diwakili oleh Menlu Ali Akbar Salehi yang mengatakan Iran mengecam keras adanya pangkalan militer asing di Afghanistan setelah 2014.

Pembicaraan di Jerman itu terpusat pada tiga area penting: pemindahan tanggung jawab keamanan dari pasukan internasional ke pasukan Afghanistan, rekonsiliasi dengan Taliban serta prospek jangka panjang bagi bantuan internasional.

Tidak ada janji bantuan baru diharapkan dalam pertemuan itu. Namun, Amerika mengumumkan akan kembali menyumbang Dana Rekonstruksi Afghanistan yang ditangani Bank Dunia. Dana tersebut akan menyalurkan bantuan lebih dari 650 juta dollar yang sempat tertunda akibat kekhawatiran mengenai Bank Kabul yang bermasalah.

XS
SM
MD
LG