Tautan-tautan Akses

Penggubah Lagu 'The Way We Were' Meninggal dalam Usia 68 tahun


Penggubah lagu dan dirigen ternama AS, Marvin Hamlisch, meninggal dunia pada hari Senin (6/8) pada usia 68 tahun.

Penggubah lagu dan dirigen ternama AS, Marvin Hamlisch, meninggal dunia pada hari Senin (6/8) pada usia 68 tahun.

Penggubah lagu dan dirigen Amerika Marvin Hamlisch, yang menggubah musik bagi berbagai film terkenal dan sandiwara musik Broadway telah meninggal dunia.

Musik Marvin Hamlisch telah menyentuh kehidupan orang di seluruh dunia dan membuat ia memperoleh tiga Oscar, empat Grammy, Empat Emmy, satu Tony dan tiga hadiah Golden Globe.

Ia memenangkan berbagai penghargaan atas gubahan lagunya untuk sandiwara musik A Chorus Line. Sandiwara musikal itu juga memenangkan Penghargaan Pulitzer. Ia bekerja sama dengan sejumlah bintang Amerika termasuk Barbra Streisand and Aretha Franklin.

Ia menggubah lebih dari 40 tema musik untuk film termasuk lagu populer yang berhasil meraih Oscar 'The Way We Were' dan adaptasinya musik ragtime oleh Scott Joplin untuk film The Sting yang memberinya penghargaan Oscar ketiga.

Salah satu pertunjukannya yang terakhir adalah tanggal 13 Juli di Wolf Trap Performing Arts di luar kota Washington. Hamlisch tampil bersama penyanyi Broadway Melissa Errico dalam malam pementasan lagu-lagu George Gershwin. Errico mengatakan ia mensyukuri pengalaman itu.

Hamlisch semasa hidupnya menjadi dirigen sejumlah orkestra di Amerika termasuk Pittsburgh Symphony Orchestra, Pasadena Symphony dan Pops and The San Diego Symphony.

Ia dipandang sebagai salah seorang penggubah lagu modern serba bisa yang karyanya mulai dari lagu-lagu di Broadway yang kesohor sampai ke komposisi musik klasik dan lagu-lagu terkenal berirama rhythm and blues.

Keluarganya mengatakan Hamlisch, meninggal hari Senin pada usia 68 tahun.

Hamlisch adalah siswa termuda yang diterima di sekolah musik bergengsi Julliard School of Music and Queens College di kota New York. Ia kerap berbicara mengenai daya tarik universal pada musik. Dalam situs webnya ia menulis “Ada semacam sifat alami global untuk musik yang berpotensi menyatukan semua orang”.
XS
SM
MD
LG