Tautan-tautan Akses

Komisi Konservasi Sumber Daya Kehidupan Laut Antartika Capai Kesepakatan


Penguin jenis Adelie berdiri di atas gumpalan es dekat Dumont d’Urville di Antartika timur, 22 Januari 2010 (Foto: dok). Komisi Konservasi Sumber Daya Kehidupan Laut Antartika (CCAMLR) di Hobart, Australia mencapai kesepakatan untuk menciptakan suaka laut terbesar dunia di Antartika.

Penguin jenis Adelie berdiri di atas gumpalan es dekat Dumont d’Urville di Antartika timur, 22 Januari 2010 (Foto: dok). Komisi Konservasi Sumber Daya Kehidupan Laut Antartika (CCAMLR) di Hobart, Australia mencapai kesepakatan untuk menciptakan suaka laut terbesar dunia di Antartika.

Perjanjian kawasan lindung di Laut Ross itu mencakup lebih dari 1,55 juta kilometer persegi, seluas gabungan Inggris, Jerman dan Perancis. Akan ada zona larangan menangkap ikan seluas 1,12 juta kilometer persegi.

Sebuah kesepakatan bersejarah telah dicapai untuk menciptakan suaka laut terbesar dunia di Antartika, setelah terhambat perselisihan diplomatik selama bertahun-tahun.

Rusia telah mencabut penolakannya pada pertemuan tahunan Komisi Konservasi Sumber Daya Kehidupan Laut Antartika (CCAMLR) yang diselenggarakan di Hobart, Australia. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh 24 negara anggota dan Uni Eropa.

"Keputusan ini sangat penting tidak hanya untuk Antartika, tetapi untuk upaya untuk mempromosikan konservasi laut dunia," kata Evan Bloom, kepala delegasi AS pada pertemuan tersebut.

Perjanjian kawasan lindung di Laut Ross itu mencakup lebih dari 1,55 juta kilometer persegi, seluas gabungan Inggris, Jerman dan Perancis. Akan ada zona larangan menangkap ikan seluas 1,12 juta kilometer persegi.

Laut Ross dihuni penguin, anjing laut, toothfish atau ikan bergigi tajam Antartika, paus dan sejumlah besar krill - makanan pokok bagi banyak spesies. Laut Ross merupakan salah satu ekosistem laut yang masih utuh di dunia. [as]

XS
SM
MD
LG