Tautan-tautan Akses

Komisi Gabungan Mulai Bahas Program Nuklir Iran di Wina


Negosiator nuklir Iran, Abbas Araqchi memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat dengan para pejabat senior dari AS, Rusia, Inggris, Jerman, China dan Perancis di Wina, Austria (19/10).

Negosiator nuklir Iran, Abbas Araqchi memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat dengan para pejabat senior dari AS, Rusia, Inggris, Jerman, China dan Perancis di Wina, Austria (19/10).

Perjanjian internasional mengenai program nukllir Iran melangkah maju hari Senin dengan pertemuan pertama Komisi Gabungan yang bertanggungjawab memantau kedua pihak dalam menerapkan perjanjian itu.

Pertemuan hari Senin (19/10) itu diikuti para pejabat tinggi dari Iran dan kelompok yang mencakup Amerika Serikat, Inggris, China, Perancis, Rusia, Jerman dan Uni Eropa. Pertemuan diselenggarakan di Wina, kota di mana mereka sepakat pada Juli lalu untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi.

Sidang ini juga berlangsung setelah Adoption Day, pada hari Minggu, sewaktu kedua pihak mengambil langkah resmi pertama untuk menerapkan perjanjian tersebut.

Komisi itu dijadwalkan bertemu empat kali setahun dan membahas isu-isu seperti desain untuk mengkonversi reaktor riset air berat di Arak, proyek-proyek di fasilitas Fordow dan isu-isu lain yang muncul sewaktu menerapkan pencabutan sanksi-sanksi. Ini juga merupakan sarana pertama bagi kedua pihak untuk melaporkan dugaan pelanggaran perjanjian dan upaya menyelesaikan berbagai isu.

Presiden Barack Obama hari Minggu mengatakan ia telah memerintahkan pemerintahannya agar mulai mempersiapkan pencabutan sanksi-sanksi terhadap Iran, dan bahwa Iran telah memulai upaya memenuhi tanggungjawab mereka menyingkirkan ribuan sentrifusa dan mengurangi secara drastis cadangan uranium Iran.

Uni Eropa hari Minggu juga mengesahkan legislasi yang memungkinkan para anggotanya untuk mulai meninjau pencabutan sanksi-sanksi.

Tetapi Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier memperkirakan sanksi-sanksi itu akan tetap berlaku hingga Iran memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian itu. [uh]

XS
SM
MD
LG