Tautan-tautan Akses

Komentar Presiden Terpilih Iran Bangkitkan Ketegangan di Timur Tengah


Presiden terpilih Iran, Hassan Rouhani meragukan upaya Israel untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina (Foto: dok).

Presiden terpilih Iran, Hassan Rouhani meragukan upaya Israel untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina (Foto: dok).

Presiden terpilih Iran Hassan Rouhani, menyebut Israel sebagai sebuah luka yang perlu dimusnahkan, Jumat (2/8).

Media pemerintah menyampaikan pernyataan Rouhani itu pada saat rapat akbar hari Jumat yang bertepatan dengan perayaan Hari Quds. Ia dijadwalkan akan mulai menjabat hari Minggu.

Laporan itu juga mengatakan, Hassan Rouhani mengungkapkan keraguan mengenai upaya Israel untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina.

Belakangan ini, menurut Reuters, televisi pemerintah Iran mengatakan kantor-kantor berita mendistorsikan pernyataan Rouhani. Menurut kantor berita tersebut, tidak ada penjelasan rinci dalam laporan televisi pemerintah itu.

Laporan-laporan terkait pernyataan Rouhani mengundang kecaman dari PM Israel Benyamin Netanyahu, yang mengatakan Rouhani telah menunjukkan wajah aslinya lebih cepat dari yang diperkirakan. Ia mengatakan, pernyataan Rouhani merupakan bagian dari rencana aksi Iran.

Iran telah menetapkan sikapnya untuk tidak mengakui Israel sebagai negara. Israel dan negara-negara Barat telah menuduh Iran memiliki ambisi senjata nuklir, sebuah tuduhan yang dibantah Teheran. Israel memperingatkan bahwa negaranya tidak akan memberikan toleransi atas pembangunan arsenal nuklir Iran, yang dipandang Israel sebagai ancaman.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG