Tautan-tautan Akses

Kolombia Mungkin Tak Penuhi Tenggat Perjanjian Damai


Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berbicara di Bogota. (Foto: Dok)

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berbicara di Bogota. (Foto: Dok)

Jika pemerintah dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia belum dapat menyusun perjanjian yang dapat diterima, kedua pihak cukup hanya dengan menetapkan batas waktu baru.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengakui hari Rabu (9/3) bahwa pemerintahnya mungkin tidak dapat memenuhi batas waktu yang semakin dekat untuk menandatangani perjanjian damai dengan pemberontak dan mengakhiri bagian inti dari perang saudara yang sudah puluhan tahun.

“Saya tidak akan menandatangani perjanjian yang buruk hanya untuk memenuhi batas waktu” kata Santos dalam satu pertemuan umum.

Ini merupakan pernyataan pertamanya mengakui kedua pihak mungkin tidak dapat memenuhi batas waktu tanggal 23 Maret. Ia mengatakan, jika pemerintah dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia belum dapat menyusun perjanjian yang dapat diterima, kedua pihak cukup hanya dengan menetapkan batas waktu baru.

Kedua pihak sudah menyepakati banyak isu inti dalam perundingan beberapa bulan belakangan ini di Havana, namun masih harus menyepakati rencana melucuti senjata gerilyawan. Satu kelompok pemberontak yang lebih kecil tidak ikut dalam perundingan.

Berkat kemajuan yang dicapai, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Rabu mengangkat seorang utusan kawakan, Jean Arnault dari Prancis untuk mengepalai misi politik PBB di Kolombia dengan tugas memantau dan memverifikasi gencatan senjata di masa depan.

Arnault dari awal memimpin segala persiapan yang diperlukan untuk membuka misi tersebut dan bekerjasama erat dengan tim perunding pemerintah Kolombia dan pemberontak dalam satu sub-komisi yang menangani semua isu untuk mengakhiri perang gerilya terlama di Amerika Latin. Sebelumnya Arnault pernah memimpin misi PBB di Georgia, Afghanistan, Burundi dan Guatemala. [al]

XS
SM
MD
LG