Tautan-tautan Akses

Kolombia, Pemberontak FARC Terus Upayakan Kesepakatan Damai


Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (kiri) didampingi Kepala Kepolisian, Jorge Nieto memberikan keterangan kepada media di Bogota (foto: dok).

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (kiri) didampingi Kepala Kepolisian, Jorge Nieto memberikan keterangan kepada media di Bogota (foto: dok).

Pemerintah Kolombia dan FARC gagal memenuhi target 23 Maret untuk mencapai perjanjian damai guna mengakhiri konflik yang sudah berlangsung setengah abad.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos hari Senin (28/3) mengatakan bahwa penentuan tanggal pasti untuk menyelesaikan proses perlucutan senjata Pasukan Revolusi Bersenjata Kolombia (FARC) adalah hal yang menentukan dalam kesepakatan damai mendatang antara pemerintahnya dan kelompok gerilya itu.

Berbicara di Bogota, Santos mengatakan tanggal tersebut tidak bisa “diubah”.

Pemerintahnya dan FARC tidak memenuhi target 23 Maret untuk mencapai perjanjian damai untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung separuh abad di negaranya.

Masing-masing pihak saling menuduh mengubah rincian penting menjelang perjanjian untuk mendemobilisasi dan melucuti persenjataan sekitar 7.000 pemberontak.

FARC sebelumnya mengingatkan bahwa harapan untuk mencapai perjanjian final terlampau optimistis, tapi dalam beberapa minggu terakhir ada momentum ke arah perjanjian bilateral. [my/ii]

XS
SM
MD
LG