Tautan-tautan Akses

Koalisi Pimpinan Saudi Pergencar Serangan Udara di Yaman


Serangan udara pimpinan Saudi menarget gudang senjata di kawasan Gunung Noqum di pinggiran ibukota Sana'a, Yaman (11/5).

Serangan udara pimpinan Saudi menarget gudang senjata di kawasan Gunung Noqum di pinggiran ibukota Sana'a, Yaman (11/5).

Pesawat-pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi hari Selasa (12/5) meningkatkan serangan-serangan udara mereka di Yaman menarget posisi-posisi pemberontak Syiah, hanya beberapa jam menjelang dimulainya gencatan senjata kemanusiaan selama lima hari.

Kantor berita resmi Iran juga melaporkan bahwa AL Iran akan melindungi sebuah kapal bantuan Iran yang menuju Yaman. Serangan-serangan udara pimpinan Arab saudi di Yaman sempat berhenti sebentar menjelang utusan baru PBB, Ismail Ould Cheikh Ahmed terbang menuju ibukota Sanaa dalam kunjungan resminya yang pertama ke Yaman.

Ia mengatakan kepada wartawan ia berencana untuk bertemu berbagai pihak termasuk pemberontak Houthi untuk memastikan gencatan senjata akan bertahan.

Para pejabat keamanan mengatakan serangan-serangan udara semalam, selama fajar dan pagi hari menarget gudang-gudang senjata dan fasilitas militer lain di utara dan selatan Sanaa, kota yang luas dan berpenduduk empat juta orang.

Pangkalan udara militer yang merupakan bagian dari bandara internasional di ibukota Sanaa juga menjadi sasaran. Para pejabat itu mengatakan sepuluh serangan menghantam Sanaa sejak subuh sampai sekitar tengah hari Selasa.

Pejabat mengatakan pertempuran sengit juga terjadi hari Selasa di Taiz antara pemberontak dan pasukan yang setia kepada Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang mengasingkan diri. Pemberontak dan sekutu-sekutu mereka juga menggempur daerah pemukiman di kota strategis Sanaa barat daya, dengan satu tembakan menghantam sebuah bis, menewaskan sembilan orang dan mencederai 40 lainnya. Pejabat juga mengatakan sebuah serangan udara menarget kastil Al-Qahira di kota itu dimana tembakan itu berasal.

Gencatan senjata yang dijadwalkan dimulai pukul 11 malam itu dimaksudkan untuk membantu meringankan penderitaan warga sipil di Yaman, negara termiskin di Arab. Menurut PBB konflik di Yaman telah menewaskan lebih dari 1400 orang, sebagian besar warga sipil. Negara berpenduduk sekitar 25 juta orang itu telah mengalami kelangkaan pangan, air dan obat-obatan serta listrik karena blokade laut, udara dan di darat yang dipimpin Arab Saudi.

Untuk mengantisipasi gencatan senjata itu, badan pengungsi PBB, UNHCR berencana mengangkut lewat udara 330 ton alas tempat tidur,selimut, alat-alat dapur dan tenda plastik dari Dubai.

UNHCR mengatakan pengiriman lewat udara itu adalah bagian dari yang disebut “pengerahan bantuan yang lebih besar bagi 250 ribu orang”. UNHCR juga akan berupaya membagikan bantuan yang sudah disimpan sebelumnya di Yaman dan meninjau keperluan bagi daerah-daerah yang sebelumnya sulit dicapai.

Serangan-serangan udara hari selasa terjadi sehari setelah koalisi pimpinan Arab Saudi membombardir sebuah lereng pegunungan di ujung timur laut Sanaa menghantam gudang-gudang senjata dan amunisi. Serangan itu mengguncang seluruh kota menyebabkan beberapa rumah ambruk. Serangan itu juga menyebabkan amunisi di gudang-gudang senjata itu meledak, tembakan-tembakan juga menghantam daerah pemukiman dan memicu kebakaran.

Kementerian Kesehatan yang dikuasai pemberontak Houthi hari Selasa (12/5) mengatakan, laporan awal menunjukkan serangan-serangan hari Senin menewaskan 69 orang dan mencederai 100 lainnya sebagian besar warga sipil. Arab Saudi dan sekutu-sekutunya berusaha untuk memulihkan kekuasaan Presiden Hadi yang melarikan diri dari Yaman bulan Maret lalu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG