Tautan-tautan Akses

Klinik Muslim di Virginia, AS Berikan Layanan Gratis Bagi Warga Tak Mampu


Tidak semua warga Amerika bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena biaya kesehatan yang tidak murah.

Walaupun sebagian dibayarkan oleh asuransi, tak semua warga Amerika mampu memiliki asuransi. Tapi kini warga kurang mampu yang tinggal di Chantilly, Virginia dan sekitarnya, memiliki klinik yang memberikan pelayanan kesehatan gratis.

Di suatu hari yang masih pagi, pasien mulai memenuhi ruang tunggu di klinik kesehatan di Chantily, Virginia. Pasien di klinik ini adalah warga miskin yang tak memiliki asuransi kesehatan. Mereka berobat ke sini karena pelayanan kesehatan cuma-cuma yang ditawarkan.

Fakhir J. Ahmad, pengelola klinik mengatakan, “Kami tidak pernah menolak orang yang berhak untuk dirawat di klinik ini, apapun masalah kesehatan yang mereka alami.”

Pasien hanya perlu membayar biaya administrasi 15 dolar atau sekitar 180 ribu rupiah, dan mereka akan mendapatkan pelayanan kesehatan seperti di klinik-klinik lainnya.

Seorang pasien klinik tersebut, David Lereschi, sangat puas dengan pelayanan di klinik tersebut, mulai dari resepsionis sampai dokternya.

Klinik ini terbentuk atas ide sejumlah dokter yang merasakan adanya kebutuhan layanan kesehatan bagi penduduk miskin. Mereka lantas bekerjasama dengan Adams Center, organisasi nirlaba yang melayani salah satu komunitas Muslim terbesar di Washington D.C. dan sekitarnya.

Menurut Fakhir J. Ahmad, banyak dokter yang tertarik untuk memberikan pelayanan sukarela karena mereka ingin memberikan sesuatu bagi komunitas mereka. “Mereka dokter spesialis, bekerja sangat keras untuk mendapatkan posisi mereka dan merasa kini saatnya untuk berbuat sesuatu bagi komunitas.”

Adams Compassionate Healthcare Network (AHCN) adalah klinik Muslim pertama di Virginia yang terbentuk sejak November 2013 dan diresmikan sebulan yang lalu.

“Saya pikir dua hal yang penting dari klinik ini adalah welas asih dan jaringan yang bisa membantu kami para dokter untuk melayani pasien di luar klinik ini. Ketika mereka sudah tergabung dalam jaringan ini, mereka akan mendapatkan pelayanan gratis,” ujar Dr. Habib, dokter klinik AHCN.

Selain para dokter, perawat dan semua staf di klinik ini adalah relawan yang bekerja tanpa dibayar.

Seorang mahasiswa kedokteran yang ikut bekerja di klinik tersebut, Rabya Idrees mengatakan, “Bekerja di tempat ini adalah impian saya karena saya bisa melayani orang-orang yang membutuhkan bantuan saya dan ini membuat saya senang.”

Sementara Mohammad Imdiazuddin, seorang pasien klinik mengatakan, “Saya sangat bangga, sebagai seorang Muslim, begitu juga orang-orang di sini, mereka semua Muslim dan saya sangat bangga akan mereka.”

Saat ini klinik Adams yang memiliki 250 pasien terdaftar hanya buka setiap hari Sabtu, tapi berencana untuk membuka pintu pelayanan mereka setiap hari di masa depan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG