Tautan-tautan Akses

Klaim Trump tentang Pemilihan Curang Berbahaya


Kandidat Presiden dari Partai Republik Donald Trump melambaikan tangan saat ia tiba untuk berbicara di sebuah acara kampanye di Delaware Couny Fair (20/10). Delaware, OH. (foto: AP Photo/ Evan Vucci)

Kandidat Presiden dari Partai Republik Donald Trump melambaikan tangan saat ia tiba untuk berbicara di sebuah acara kampanye di Delaware Couny Fair (20/10). Delaware, OH. (foto: AP Photo/ Evan Vucci)

Klaim Donald Trump bahwa pemilihan 8 November akan dicurangi untuk mengalahkan dirinya menurut Presiden Barack Obama berbahaya.

Presiden Barack Obama mengatakan, kandidat Republik Donald Trump yang mengatakan bahwa pemilihan 8 November mendatang dicurangi untuk mengalahkan dirinya adalah berbahaya.

Presiden berkampanye untuk Hillary Clinton di Miami, Kamis, dan Obama mengatakan, keragu-raguan yang diungkapkan Trump dan apakah dia akan menerima keputusan pemilih seputar pemilihan bulan depan berbahaya untuk demokrasi. Pada hari Kamis, dihadapan pendukungnya, Donald Trump mengatakan dia akan menerima hasil pemilihan sejauh pemenangnya adalah dirinya.

Selama perdebatan Rabu malam di Las Vegas, Trump tidak mau berjanji menerima hasil pemilihan, dan katanya dia hendak membuat orang tetap bertanya-tanya.

Pernyataan kandidat ini bertentangan dengan janji kandidat wapres pasangannya, Mike Pence, juga pejabat senior kampanyenya, serta putrinya Ivanka Trump.

“Kalau Anda menebar bibit keragu-raguan dalam benak orang tentang keabsahan pemilihan kita, hal itu dapat memperlemah demokrasi,” kata Presiden Obama di Florida.

“Akibatnya, Anda melakukan sesuatu untuk musuh-musuh kita.”

Obama mengecam keras Trump karena mengklaim bahwa akan ada kecurangan pemungutan suara yang luas dan pemilihan akan direkayasa, tanpa menyajikan bukti secuilpun. Selagi semua jajak pendapat nasional menunjukkan dirinya akan kalah dalam pemilihan mendatang, dia mengklaim dirinya tidak akan mengaku kalah pada 8 November mendatang.

Menurut tradisi, kandidat yang kalah dalam pemilihan biasanya secara ksatria mengakui kekalahannya dan memberi selamat kepada lawannya. Pada pemilihan tahun 2000, karena keragu-raguan dengan hasil penghitungan suara, baru setelah 34 hari Mahkamah Agung memutuskan George W Bush sebagai pemenang pemilihan.

Lawannya, wapres Gore kemudian mengaku kalah dari Bush serta memberitahu organisasi kampanyenya serta pendukungnnya untuk menerima hasil pemilihan itu. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG