Tautan-tautan Akses

Kisah Seorang Penarik Becak di Kota New York

  • Arash Arabasadi

Frankie Legarreta, seorang pengemudi becak di pusat kota New York bersama penumpangnya (foto: dok).

Frankie Legarreta, seorang pengemudi becak di pusat kota New York bersama penumpangnya (foto: dok).

Ada ratusan cara untuk bertamasya di kota New York. Kota ini tidak pernah tidur, dan lebih dari delapan juta penduduknya mencari nafkah dengan berbagai cara.

Seorang penarik becak di pusat kota New York mengatakan bahwa menghindari kemacetan lalu lintas dengan kendaraan beroda tiga itu adalah satu-satunya cara hidup yang dipilihnya.

“Bersiaplah. Rasanya akan seperti naik roller coaster atau halilintar!,” demikian ujar Frankie Legarreta, seorang pengemudi becak di Manhattan, New York.

Selama lebih dari enam tahun, Frankie telah menggeluti pekerjaan membawa penumpang di sekitar Central Park, kota New York dengan kendaraan beroda tiga itu, yang biasa disebut "pedicab" atau sejenis becak dengan penumpang berada di belakang pengemudi. Semua itu bermula dengan seorang teman yang punya banyak waktu luang.

"Saya bertanya apa pekerjaan Anda, dan dia menjawab, ‘saya bekerja sebagai pengemudi becak.’ Saya kemudian bertanya, pekerjaan apa itu, dan pada suatu hari ia membawa saya ke sini. Saya bosan bekerja di kantor dan saya memulai pekerjaan ini....," ujar Frankie lagi.

Sejak itulah, Frankie kemudian menjadi semakin ahli dalam pekerjaannya, tidak hanya sebagai pengemudi becak tapi juga merangkap sebagai guide atau pemandu wisata bagi para penumpang yang dibawanya berkeliling ke berbagai tempat menarik di kota New York.

Misalnya, Frankie menunjukkan beberapa tempat di New York dan memberikan informasi seperti ini:

“… Ini adalah salah satu lapangan es untuk bermain sepatu luncur paling menyenangkan di seluruh kota New York.... banyak pepohonan dan bebatuan dan tupai di sini.... ini adalah FAO Schwartz, toko mainan terbesar di kota New York.... dan juga ada toko produk-produk Apple di lantai bawah... ... Woo, saya perlu udara segar!"
Beginilah suka duka menjadi seorang penarik becak di kota New York (foto: dok).

Beginilah suka duka menjadi seorang penarik becak di kota New York (foto: dok).

Frankie Legarreta menambahkan, “Begitu saya memulai pekerjaan ini saya pikir ini adalah cara yang hebat untuk mencari nafkah. Dengan cara ini saya bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dari seluruh pelosok dunia.”

Misalnya, salah seorang penumpang becak Frankie berasal dari Paris, Perancis. “Hello from Paris!!! Hello! Hello!,” ujar si turis asala Perancis.

Selanjutnya, Frankie Legarreta juga mengatakan, “Pekerjaan (menarik becak) ini sesungguhnya membantu saya tumbuh secara rohani dan juga secara fisik. Yeaaaaaah! “

Apa yang dikatakan Frankie itu benar. Dia menggenjot becak sejauh 32 kilometer ke dan dari tempat mangkalnya setiap hari. Katanya, berat badannya telah turun lebih dari 16 kilogram karena perjalanan ke dan dari tempat kerjanya itu.

Tetapi tetap sehat hanyalah sebagian manfaat dari pekerjaan itu. "Ini adalah kenikmatan dalam hidup saya dalam hal mencari nafkah. Saya benci bekerja di kantor dengan ruangan ber-AC. Saya mendapat penyejuk udara bebas di sini,” kata Frankie.

Frankie Legarreta mengatakan dia tidak pernah merasa letih menggenjot becaknya berkeliling Manhattan. Tapi dia selalu menantikan waktu bebas setelah seharian bekerja.

“Saya di rumah bersama keluarga, dengan anak-anak, bersenang-senang. Selama kita bisa membayar semua tagihan, dan kita kekurangan dari segi keuangan ... maka sesungguhnya kita bisa bahagia. Benar, ini semua terkait dengan rasa bahagia,” papar Frankie sambil bersyukur.

Dan tampaknya Frankie memang seperti itu – bahagia. Dia mengatakan selama tubuhnya tetap sehat, dia akan baik-baik saja menjadi pengemudi becak merangkap sebagai pemandu wisata bagi para wisatawan yang menumpang becaknya selama beberapa dekade lagi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG