Tautan-tautan Akses

Kiat Peternak AS Menghemat Biaya Pakan Ternak


Menurut Tim DelCurto, pakar sapi pada Universitas Negeri Oregon, ada banyak pilihan untuk mendapat pakan ternak murah, mencakup rumput, jerami, biji-bijian sisa penyulingan produksi bahan bakar ethanol, limbah pengalengan dan sayuran yang tidak terpakai,

Menurut Tim DelCurto, pakar sapi pada Universitas Negeri Oregon, ada banyak pilihan untuk mendapat pakan ternak murah, mencakup rumput, jerami, biji-bijian sisa penyulingan produksi bahan bakar ethanol, limbah pengalengan dan sayuran yang tidak terpakai,

Banyak universitas penelitian pertanian di AS mengetahui kenaikan biaya pakan ternak, dan memberi perhatian pada isu disebut "efisiensi pakan."

Orang-orang yang berternak sapi untuk daging steak atau hamburger menghadapi masalah keuangan serius akibat kebakaran hutan baru-baru ini yang menghanguskan lebih dari satu juta hektar lahan pertanian di Amerika, dan kekeringan berkelanjutan. Akibatnya biaya jerami, biji-bijian dan pakan ternak dasar lain naik.

Biaya pakan ternak sejauh ini merupakan pengeluaran terbesar bagi peternak sapi. Dalam beberapa bulan ini, harga berbagai pakan ternak, terutama jagung, mencatat rekor tertinggi. Di Negara bagian Washington, peternak Jack Field berusaha keras menunda atau menghindari pembelian jerami ketika harga setinggi langit. Karena mahalnya harga jerami, ia berencana menggiring kawanan kecil ternaknya berjalan lebih dari 300 kilometer untuk merumput.

Untung bagi Field, tidak ada lahan yang disewanya hangus akibat kebakaran hutan. Tetapi, peternak lain tidak begitu beruntung. Tahun ini Amerika mengalami kebakaran parah.

Tim DelCurto, pakar sapi pada Universitas Negeri Oregon, bekerja sama dengan peternak dan pemilik penggemukan ternak untuk mencari alternatif. Menurutnya, ada banyak pilihan untuk mendapat pakan ternak murah, mencakup rumput, jerami, biji-bijian sisa penyulingan produksi bahan bakar ethanol, limbah pengalengan dan sayuran yang tidak terpakai, seperti buncis atau wortel bahkan kentang goreng.

DelCurto banyak diminta sebagai pembicara tamu dalam seminar musim gugur ini. Ia menawarkan kiat hemat biaya bagi peternak sapi. Fokusnya pada solusi jangka pendek, tetapi banyak yang ingin tahu juga strategi dalam jangka panjang.

Universitas-universitas penelitian pertanian mengetahui kenaikan biaya pakan ternak, dan banyak dari mereka memberi perhatian lebih pada isu yang para pakar sebut "efisiensi pakan."

Dalam kandang ternak di Universitas Idaho, guru besar fisiologi, Rod Hill, menunjukkan sensor dan gerbang elektronik pada ember pakan. Alat itu memungkinkannya melacak dengan tepat jumlah makanan yang disantap sapi. Secara berkala, sapi-sapi itu juga harus digiring ke tempat penimbangan untuk menghitung seberapa efisien setiap konversi pakan menjadi daging, lemak, dan tulang. Menurut Hill, variasi dalam kawanan ternak itu mungkin mengejutkan kita.

Buku yang baru terbit mengenai ilmu hewan, yang disunting Hill, menjelaskan bagaimana peternak bisa menggunakan pembiakan selektif untuk mencapai pertumbuhan yang sama, tetapi dengan jumlah pakan dan dampak lingkungan yang sedikit. Namun, ia memperingatkan risiko bila terlalu fokus pada satu sifat.

Dalam waktu dekat, Hill memperkirakan sapi jantan di pelelangan akan mencatat rekor penghematan. Tetapi, langkah itu belum tersedia secara luas atau belum baku. Sementara itu, banyak peternak, terutama di wilayah tengah-barat Amerika, memperkurus ternak guna mengurangi biaya. Konsekuensinya, mulai tahun depan, pasokan sapi akan berkurang, dan pelanggan daging di dalam maupun luar negeri bisa memperkirakan harga yang lebih tinggi.
XS
SM
MD
LG