Tautan-tautan Akses

Kiat Meredam Suara Obrolan di Kantor


Ruangan-ruangan kantor yang kecil dan terbuka kerap sulit diterima oleh orang yang menempatinya sebagai simbol kenyamanan, karena orang bisa mendengar semua pembicaraan rekan sekerja yang duduk berdekatan.

Ruangan-ruangan kantor yang kecil dan terbuka kerap sulit diterima oleh orang yang menempatinya sebagai simbol kenyamanan, karena orang bisa mendengar semua pembicaraan rekan sekerja yang duduk berdekatan.

Di Amerika, umumnya para pegawai bekerja di ruang-ruang kantor yang disekat oleh semacam dinding penghalang untuk mendapatkan sedikit privasi.

Ruangan besar terbuka yang disekat-sekat menjadi ruangan-ruangan kantor kecil, di mana semua pegawai di bawah jabatan wakil pimpinan bekerja, merupakan tempat kerja yang normal bagi jutaan warga Amerika.

Ruangan-ruangan kantor yang kecil ini menjadi bahan olok-olok kartunis dan kerap sulit diterima oleh orang yang menempatinya sebagai simbol kenyamanan. Ruangan-ruangan kerja yang biasanya sangat terbuka membuat orang bisa mendengar semua pembicaraan rekan sekerja mereka yang duduk berdekatan.

Tetapi, seperti dilaporkan surat kabar New York Times baru-baru ini, orang-orang yang bekerja di ruangan-ruangan kantor seperti ini membuat semacam dinding untuk mendapatkan sedikit keleluasaan pribadi.

Ada yang membuat semacam dinding dengan menyusun lemari berkas-berkas di sekeliling ruang kerja mereka, atau meletakkan tanaman, foto-foto anak-anak mereka, dan apa saja yang mereka rasa bisa memisahkan mereka dari rekan-rekan yang bekerja di sebelah mereka.

Ada juga yang membuat apa yang disebut dinding teknologi, yaitu dengan mendengarkan musik atau suara apa saja yang membuat rileks sepanjang hari dengan menggunakan headset untuk meredam suara obrolan.

Beberapa tempat kerja memperdengarkan apa yang disebut “suara merah muda.”

Suara ini disebut Surat Kabar New York Times sebagai “suara mendengung yang lembut yang dipancarkan lewat pengeras suara yang kedengarannya seperti sistem ventilasi, tetapi secara khusus dibuat untuk disesuaikan dengan frekuensi suara manusia.” Suara mendengung ini sama sekali tidak menenggelamkan suara obrolan rekan-rekan kerja, tetapi bisa menyamarkan suara obrolan mereka dan meredam suara-suara yang menganggu.

Istilah “suara merah muda” berasal dari warna ketika suara itu diperdengarkan seperti cahaya yang terlihat dalam spektrum frekuensi. Frekuensi-frekuensi suara lainnya ditunjukkan dengan warna putih, merah, cokelat, dan abu-abu.

Pebisnis-pebisnis di sebuah kantor di New York mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ruang kerja pegawai yang saling berdekatan satu sama lain ini bisa meningkatkan komunikasi dan bagi ide di antara pegawai serta efisiensi ruang. Namun, mereka mengakui tempat kerja seperti itu seringkali menjadi tempat untuk melakukan obrolan pribadi.
XS
SM
MD
LG