Tautan-tautan Akses

Kejayaan Hotel JW Marriott Dibangun dengan Kiat Sederhana

  • Jeff Seldin

Bill Marriott (kanan) mengatakan, keberhasilan bisnis hotelnya dilandaskan pada prinsip sederhana "pelihara hubungan baik dengan pegawai, sehingga mereka akan menjaga hubungan baik dengan pelanggan hotel."

Bill Marriott (kanan) mengatakan, keberhasilan bisnis hotelnya dilandaskan pada prinsip sederhana "pelihara hubungan baik dengan pegawai, sehingga mereka akan menjaga hubungan baik dengan pelanggan hotel."

Hotel JW Marriott yang terdapat di seluruh dunia dibangun dengan kiat bisnis sederhana, yaitu memelihara hubungan baik dengan pegawainya.

Nama Hotel JW Marriott berasal dari nama pendirinya, J. William Marriott, anak laki-laki J. Williard Marriott dengan Alice Marriott. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di St. Albans School di Washington, DC, Bill Marriott, begitu nama panggilannya, melanjutkan studinya di jurusan keuangan dan lulus dari Universitas Utah.

Ia kemudian bergabung dalam Perusahaan Marriott pada tahun 1956. Pada tahun 1964 ia dipilih menjadi wakil presiden eksekutif dan anggota dewan penasehat. Setelah itu pada tahun 1972 ia menjadi pimpinan eksekutif. Menurut Bill, hotel JW Marriott yang terdapat di seluruh dunia itu dibangun dengan resep sederhana.

“Memelihara hubungan baik dengan pegawai, sehingga mereka juga menjaga hubungan baik dengan pelanggan hotel. Prinsip ini diberlakukan di seluruh dunia. Tidak peduli di negara mana kita berada, setiap orang suka diperlakukan dengan hangat, dihargai, dan makan hidangan enak. Orang ingin mendapat pengalaman bagus, “ papar Bill Marriott.

Rekan-rekan sekerja dan para pesaingnya mengatakan Bill Marriott yang kini berusia 79 tahun itu memakai mantra.

Dengan sentuhan pribadi yang berawal dari menjual soda di anjungan kecil dan jaringan rumah makan, Marriott International terus berkembang dan kini mempunyai lebih dari 3.600 hotel di lebih dari 70 negara.

Hotel Marriott mengalami perkembangan pesat di Tiongkok dan Brasil dalam beberapa tahun terakhir (foto: dok).

Hotel Marriott mengalami perkembangan pesat di Tiongkok dan Brasil dalam beberapa tahun terakhir (foto: dok).

Kini, tergantung kepada pimpinan eksekutif yang baru, Aren Sorenson, yang mengambil alih jabatan itu bulan Maret lalu dalam mempertahankan kejayaan jaringan hotel itu di dunia.

Baik Sorenson maupun Marriott, yang tetap menjadi anggota dewan direktur di perusahaan itu, mengatakan, prihatin dengan krisis hutang Eropa yang terus memburuk dan revolusi musim semi di Arab atau Arab Spring. Tetapi, mereka menekankan, tetap terdapat banyak peluang untuk berkembang.

Pada tahun 2006 Bill Marriott diunggulkan meraih penghargaan Hotel Travel Personality of the Year dari World Travel Awards. Pria yang telah menikah selama lebih dari 50 tahun dengan Donna Garff itu mempunyai empat anak, 15 cucu dan tiga cicit.

Ditanya mengenai perkembangan industri perhotelannya, Bill Marriott dan isterinya yang tinggal di kawasan Bethesda, Maryland itu mengatakan, "Bisnis perhotelan ini bagus di wilayah sub-Sahara Afrika. Kami mengembangkannya di beberapa negara dan merasa ada kesempatan yang bagus di sana. Mereka punya banyak sumber daya alam mineral dan minyak, sumber yang terus diminati dunia, yang berkembang dan tumbuh di sub-Sahara Afrika dan kami akan menjadi bagian dari pertumbuhan itu.”

Penjualan jasa yang dihasilkan perusahaan besar Marriott International itu dilaporkan bernilai 12 milyar dolar pada tahun 2010 dengan pertumbuhan yang pesat di Tiongkok dan Brasil.

XS
SM
MD
LG