Tautan-tautan Akses

AS

Pesan Khizr Khan tentang Islam dan Perdamaian: 'Lindungilah Orang Lain'


Khizr dan Ghazala Khan, orangtua tentara AS yang tewas di Irak, berbicara kepada VOA di Washington, D.C. (1/8). (VOA/Brian Allen)

Khizr dan Ghazala Khan, orangtua tentara AS yang tewas di Irak, berbicara kepada VOA di Washington, D.C. (1/8). (VOA/Brian Allen)

Khizr Khan, ayah tentara Muslim yang tewas di Irak, mengatakan Islam mengajarkan untuk melindungi orang lain, bukan membunuh mereka.

Senin tengah hari (1/8), Ghazala Khan dan suaminya Khizr mengunjungi berbagai saluran TV di Washington selama enam jam, berbicara tentang putra mereka, seorang tentara Amerika yang gugur di Irak 12 tahun yang lalu, dan penolakan mereka terhadap kandidat Republik Donald Trump.

Dengan bercucuran air mata, Ghazala Khan menceritakan kisah putranya.

“Dia adalah seorang yang selalu mendamaikan orang …dia berkata kepada saya, Ibu, berikan cinta dan ibu akan menerima cinta," katanya dalam sebuah wawancara dengan VOA didampingi suaminya.

Selama empat hari mereka memperoleh perhatian non-stop dari media, sejak mereka bersama-sama tampil di panggung konvensi Demokrat Kamis lalu, disertai foto Kapten Humayun S.M. Khan pada layar di belakang mereka.

Ghazala tidak berkata apa-apa sementara suaminya menyampaikan orasi tentang tewasnya putra mereka yang berusia 27 tahun itu, dalam pemboman mobil di Irak pada 2004. Ghazala mengatakan, dia tidak bisa berbicara dalam situasi seperti itu, dan menceritakan tentang putranya selalu menyebabkan air matanya bercucuran.

"Tewasnya dia memperlihatkan kapasitas manusia di luar batas 'kita dan mereka'," ujar Khizr Khan, di studio VOA.

"Ia bertanggung jawab atas banyak manusia. Di dalam, ada ratusan tentara; di luar, ada sekitar 300 Muslim Irak, warga lokal, yang datang ke kamp. Ketika teroris datang, ia mengulurkan tangannya. Ia memerintahkan pasukannya untuk tiarap. Ia punya pilihan untuk tiarap...tapi ia mengambil 10 langkah menuju bahaya."

"Itulah pesan Islam; itulah pesan perdamaian. Lindungilah orang lain... bukannya membunuh mereka."

Since Khizr Khan, warga Muslim Amerika yang beremigrasi dari Pakistan, berbicara secara kritis tentang Trump pada Konvensi Demokrat, para politisi dari kedua partai sibuk merespon, sementara Trump mencoba membalas dan membandingkan pengorbanan keluarga Khan dengan pengorbanan dirinya sebagai pengusaha.

Trump juga mengkritik bagaimana Ghazala diam saja di panggung Demokrat, mengindikasikan bahwa hal itu merupakan tradisi Islam.

Senator John McCain, yang pernah menjadi tahanan perang di Vitenam dan juga kandidat presiden pada 2008, segera mengecam Trump karena merendahkan pasangan ini.

McCain yang juga pernah diremehkan oleh Trump karena menjadi tahanan perang di Vietnam, mengatakan Trump pernah mengusulkan bahwa orang-orang seperti Humayun Khan tidak boleh masuk ke Amerika, apalagi masuk militer Amerika.

Sebelumnya, Trump pernah menyerukan larangan warga Muslim masuk ke Amerika. [jm]

XS
SM
MD
LG