Tautan-tautan Akses

Kewirausahaan dan Keamanan Isu Utama KTT ASEAN-AS

  • Fathiyah Wardah

Juru bicara Kemenlu RI, Arrmanatha Nasir (tengah). (Foto: VOA/Fathiyah)

Juru bicara Kemenlu RI, Arrmanatha Nasir (tengah). (Foto: VOA/Fathiyah)

Presiden Joko Widodo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-AS di California, Amerika Serikat, pertengahan Februari 2016 ini.

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Amerika Serikat (US-ASEAN Summit) akan diselenggarakan di Sunnylands, Rancho Mirage, California, Amerika Serikat, pada 15-16 Februari 2016 mendatang.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri konferensi tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir kepada wartawan, Kamis (4/2) mengatakan isu utama yang akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut, yaitu soal kewirausahaan komunitas ekonomi ASEAN dan pemajuan kesejahteraan serta keamanan di Asia Pasifik.

Terkait dengan masalah kewirausahaan, menurut Arrmanatha, Indonesia akan membicarakan isu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan mendorong kerjasama ekonomi di bidang kewirausahaan kecil dan menengah termasuk ekonomi kreatif.

Indonesia lanjutnya sangat berkepentingan dengan isu-isu tersebut. Dalam pertemuan itu, Indonesia juga akan berbicara secara umum tentang bagaimana menciptakan kondisi yang lebih kondusif di kawasan Laut Cina Selatan. Forum itu juga nantinya akan memfokuskan perhatian pada soal kerjasama dalam menyelesaikan persoalan Laut Cina Selatan dan juga persoalan terorisme.

"Indonesia dalam topik pertamanya akan mendorong UMKM yang juga dekat dengan kepentingan Indonesia.Terkait dengan keamanan di kawasan juga merupakan yang selalu di bawa Indonesia baik di Asean maupun di pasifik," kata Arrmanatha Nasir.

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-AS diharapkan dapat menghasilkan program dan solusi yang terbaik untuk ASEAN dan Amerika. Arrmanatha Nasir juga berharap Amerika Serikat dapat memberikan kontribusi secara maksimal.

"Kita berharap negara Amerika dalam hal ini dapat berkontribusi mendorong program-program yang kita laksanakan bersama. Tentu isu yang menjadi perhatian keamanan di kawasan," lanjutnya.

Selain menghadiri konferensi, lanjut Arrmanatha, Presiden Jokowi akan bertemu dengan sejumlah pengusaha dan pejabat Amerika. Namun, dia belum bisa memastikan nama-nama tokoh yang akan ditemui Presiden karena masih dalam pembahasan

KTT ASEAN-Amerika Serikat merupakan sebuah kemitraan baru antara dua kawasan. Kemitraan itu dirancang pada November 2015 di Kuala Lumpur ketika Malaysia menjadi Ketua ASEAN.

Ini merupakan kunjungan kedua Jokowi ke AS selama menjadi Presiden. Sebelumnya, pada 2015 ia juga berkunjung ke Negeri Paman Sam untuk memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. [fw/lt]

XS
SM
MD
LG