Tautan-tautan Akses

Ketua Parlemen Eropa Kecam Keluhan Turki atas Satiris Jerman


Ketua Parlemen Eropa, Martin Schulz, di Strasbourg, Perancis
Ketua Parlemen Eropa, Martin Schulz, di Strasbourg, Perancis

Martin Schulz, mengeluhkan permintaan Turki untuk menghapus lagu yang memperolokkan Presiden Turki Tayyip Erdogan. Ia mengatakan permintaan negara lain untuk membatasi hak demokrasi di Jerman adalah hal yang tidak dapat ditolerir.

Ketua parlemen Eropa mengecam Turki karena mengeluh tentang sebuah lagu satiris Jerman yang memperolok Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Martin Schulz mengatakan dalam wawancara yang dimuat hari Minggu (3/4) “tidak dapat ditolerir kalau presiden negara lain menuntut agar kita membatasi hak demokrasi di Jerman karena ia merasa diperolok.”

Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar Jerman untuk menuntut agar lagu tersebut dihapus dari situs internet media siaran umum Jerman, ARD. Majalah mingguan Jerman Bild am Sonntag mengutip Schulz menyebut tuntutan Turki itu “sama sekali tidak dapat dilaksanakan.”

Schulz, seorang warga Jerman, mengatakan Eropa juga hendaknya jangan terus diam mengenai pelanggaran hak asasi di Turki apakah karena kita bekerjasama dengan mereka mengenai masalah pengungsi.”

Menurut persetujuan dengan Ankara, pengungsi yang tiba di Yunani dari Turki mulai Senin akan dikirim kembali ke Turki. [gp]

XS
SM
MD
LG