Tautan-tautan Akses

Diduga Terlibat Rencana Kudeta, Ketua MA Sri Lanka Dituntut Mundur


Para pendukung mantan presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa di Kolombo.

Para pendukung mantan presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa di Kolombo.

Ratusan pemrotes menuduh Mohan Peiris merongrong kemandirian dan integritas lembaga yudikatif dengan memihak ke Presiden terguling Mahinda Rajapaksa.

Para pengacara dan aktivis hak asasi manusia menuntut agar ketua Mahkamah Agung Sri Lanka meletakkan jabatan karena ia sedang diselidiki atas keterlibatan dalam rencana kudeta segera setelah pemilihan presiden bulan ini.

Ratusan pemrotes di luar Mahkamah Agung, Rabu (28/1), menuduh Mohan Peiris merongrong kemandirian dan integritas lembaga yudikatif dengan memihak ke Presiden terguling Mahinda Rajapaksa.

Polisi telah menanyai Peiris mengenai kehadirannya di kediaman resmi Rajapaksa ketika hasil pemilihan presiden 8 Januari sedang diumumkan. Pemerintah baru telah mengeluh bahwa Rajapaksa berbicara dengan para pejabat militer, polisi dan hukum cara-cara ia dapat dengan ilegal tetap berkuasa ketika hasil awal pemilihah memberi indikasi ia akan kalah.

Peiris adalah mantan staf Rajapaksa yang diangkat sebagai ketua Mahkamah Agung setelah pemerintah pada waktu itu memakzulkan ketua Mahkamah Agung yang lama.

XS
SM
MD
LG