Tautan-tautan Akses

AS

Ketua DPR AS John Boehner Akan Mundur dari Kongres


Ketua DPR AS John Boehner setelah konferensi pers di Gedung DPR di Washington, 25 September 2015.

Ketua DPR AS John Boehner setelah konferensi pers di Gedung DPR di Washington, 25 September 2015.

Ketua DPR Amerika, John Boehner yang berasal dari fraksi Republik, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari Kongres dan akan melepaskan jabatannya pada akhir Oktober, kata para legislator dan staf di kantor Boehner hari Jumat (25/9).

Boehner, yang menjadi anggota Kongres sejak tahun 1990, mendapat tekanan dari kalangan konservatif di Partai Republik mengenai sejumlah isu. Ia mengikuti rapat-rapat hari Jumat dalam upaya mencapai kompromi dengan lawan-lawannya yang konservatif, untuk menghindari kemungkinan tindakan yang dapat mengakibatkan penutupan sebagian besar operasi pemerintah federal pekan depan, sewaktu dana menipis.

Kalangan konservatif telah menuntut agar legislasi apapun untuk membuat pemerintah tetap beroperasi setelah tenggat hari Rabu untuk mencapai kesepakatan tentang anggaran, akan menghentikan pemberian dana pemerintah federal bagi organisasi kesehatan reproduksi perempuan Planned Parenthood, argumen yang ditolak para legislator yang lebih pragmatis.

“Tugas utama ketua DPR adalah melindungi institusi yang kita semua cintai ini,” kata Boehner dalam suatu pernyataan.

“Rencana saya sebelumnya adalah menjabat ketua DPR hingga akhir tahun lalu saja, tetapi saya bertahan untuk menjaga kesinambungan Konferensi Partai Republik dan DPR. Namun menurut pandangan saya, gejolak kepemimpinan yang berkepanjangan akan menimbulkan kerugian yang tidak terpulihkan bagi institusi ini. Karena itu, saya akan mundur sebagai Ketua dan melepaskan kursi saya di Kongres pada 30 Oktober,” katanya.

Perselisihan sengit antara pemimpin partai Republik dan kelompok konservatif garis keras telah berulangkali mengancam kepemimpinan Boehner dan memecah belah kaukus partai itu. Para anggota konservatif Republik telah menentang Boehner dalam berbagai hal mulai dari belanja federal hingga perjuangan menentang aborsi.

Boehner sendiri mendukung sebagian besar agenda tersebut tetapi tidak sependapat bila penerapannya dilakukan dengan menutup operasi pemerintah.

“Misi saya setiap hari adalah memperjuangkan pemerintah yang lebih kecil, lebih murah, dan lebih bertanggungjawab. Selama lima tahun belakangan, mayoritas kita telah memajukan reformasi konservatif yang akan membantu anak-anak kita dan anak-anak mereka. Saya bangga akan apa yang telah kita capai,” ujar Boehner.

Pemimpin fraksi Demokrat di DPR Nancy Pelosi menyebut pengunduran diri Boehner sangat mengguncang. “Kekacauan di kalangan fraksi Republik di DPR dan obsesi mereka untuk menutup operasi pemerintah terkait masalah kesehatan perempuan perlu diperhitungkan,” kata Pelosi.

Pengumuman hari Jumat ini dikeluarkan hanya satu hari setelah ia mencapai salah satu puncak kariernya di Kongres, yaitu pidato bersejarah Paus Fransiskus di Kongres atas permintaan Boehner. Boehner, seorang Katolik taat, menangis beberapa kali selama pidato Paus tersebut

Menjelang pengumuman tersebut hari Jumat, beberapa legislator fraksi Republik mengatakan mereka tidak akan menutup operasi pemerintah pekan depan dalam upaya menghentikan pengucuran dana untuk Planned Parenthood.

Boehner, yang telah menjadi anggota DPR hingga 13 masa jabatan, dipilih rekan-rekannya dari fraksi Republik sebagai ketua DPR hampir lima tahun silam, pada ulang tahunnya yang ke-61.

Jabatan ketua DPR berada pada urutan ke-dua dalam hierarki kepemimpinan pemerintah Amerika, jika presiden dan wakil presiden tidak mampu atau tidak dapat melanjutkan pengabdiannya. [uh]

XS
SM
MD
LG