Tautan-tautan Akses

Ketua DPR AS Paul Ryan Dicemooh Pendukung Trump


Ketua DPR AS, Paul Ryan hari Jumat (7/10) meminta Trump untuk tidak hadir dalam kampanyenya (foto: dok).
Ketua DPR AS, Paul Ryan hari Jumat (7/10) meminta Trump untuk tidak hadir dalam kampanyenya (foto: dok).

Ketua DPR Paul Ryan hari Jumat (7/10) mengatakan bahwa Trump tidak perlu datang dalam kampanyenya, setelah terungkapnya rekaman video komentar vulgar Trump tentang perempuan.

Ketua DPR Paul Ryan dicemooh dan dicela oleh para pendukung Donald Trump dalam kampanye di distrik-nya hari Sabtu (8/10), acara yang sedianya menurut rencana juga akan dihadiri oleh Trump.

Ryan hari Jumat (7/10) mengatakan bahwa Trump tidak lagi diharapkan datang dalam kampanye itu setelah terungkapnya rekaman pembicaraan di mana mantan bintang televisi itu menyampaikan komentar-komentar vulgar tentang perempuan.

Pendamping Trump, calon wakil presiden Mike Pence, sedianya akan menggantikan Trump dalam acara itu, tetapi gubernur Indiana tersebut membatalkan rencana tersebut beberapa jam sebelum acara “Fall Fest” dimulai.

Namun demikian para pendukung Trump menyuarakan rasa frustrasi mereka terhadap Ryan dan beberapa petinggi Partai Republik yang berbicara dengan latar belakang dua bendera Amerika berukuran besar, tumpukan labu dan jerami itu.

Paul Ryan, yang pada hari Jumat mengatakan ia “muak” dengan kata-kata Trump, dicemooh dengan teriakan “Anda seharusnya malu” dan “Anda mengabaikan kami.”

Pernyataan-pernyataan Trump yang disampaikannya dalam rekaman video tahun 2005 itu diperoleh dan dipublikasikan oleh suratkabar The Washington Post dan NBC News hari Jumat. Dalam video itu Trump terdengar menggambarkan upayanya berhubungan seks dengan seorang perempuan yang sudah menikah. Ia juga membual tentang bagaimana perempuan akan membiarkannya mencium dan memeluk mereka karena ia terkenal.

“Ketika kamu seorang bintang, mereka akan membiarkan kamu melakukannya. Kamu bisa melakukan apapun,” ujar Trump dalam komentar yang sebelumnya tidak diudarakan itu. Ia kemudian menambahkan beberapa kalimat tidak senonoh.

Jaksa Wisconsin Brad Schimel, adalah satu-satunya pembicara yang secara terang-terangan mengecam pernyataan kasar Trump itu, dicemooh ketika ia mengatakan “Donald Trump telah mengatakan sesuatu yang sangat buruk.”

“Lupakan!” teriak seseorang kepadanya.

Dalam pembukaan pidatonya selama tujuh menit, Ketua DPR Paul Ryan menyebut kehebohan itu dengan mengatakan “ada masalah nyata yang tidak seorang pun ingin membahasnya.” Ditambahkannya, “ini situasi yang meresahkan dan saya serius akan hal ini. Semalam saya mengeluarkan pernyataan. Saya sungguh-sungguh dengan yang saya katakan dan juga yang saya rasakan. Tetapi kita berada di sini hari ini bukan untuk membicarakan hal itu.”

Pembicara lain, termasuk Senator Ron Johnson dan Gubernur Scott Walker, tidak menyebut Trump dan langsung memusatkan perhatian pada pertarungan di negara bagian itu, yaitu perebutan kursi Senat antara Johnson dan calon dari Partai Demokrat Russ Feingold. Tetapi Walker dan Johnson sama-sama merilis pernyataan mengecam Trump beberapa saat sebelum kampanye tersebut.

Sebagian kerumunan orang yang datang jelas menunjukkan mereka tetap mendukung Trump. [em]

XS
SM
MD
LG