Tautan-tautan Akses

Ketidakpastian Cengkeram Filipina Menyusul Kemenangan Trump


Presiden Filipna Rodrigo Duterte (Foto: dok).

Presiden Filipna Rodrigo Duterte (Foto: dok).

Para analis dan pejabat Filipina mengatakan kepresidenan Trump bisa membawa perubahan dalam hubungan antara kedua negara yang sudah lama bersekutu tersebut, termasuk hubungan ekonomi dan keamanan bilateral.

Rasa ketidakpastian mencengkeram Filipina menyusul keterpilihanDonald Trump sebagai presiden AS berikutnya pada pekan lalu.

Para analis dan pejabat Filipina mengatakan kepresidenan Trump bisa membawa perubahan dalam hubungan antara kedua negara yang sudah lama bersekutu tersebut, termasuk hubungan ekonomi dan keamanan bilateral.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte semakin mendekati China dalam beberapa bulan terakhir, sementara secara terbuka berselisih paham dengan Presiden Barack Obama. Hubungan diplomatik antara Washington dan Manila memburuk setelah Duterte mengecam AS karena mengkritik usaha penumpasan narkoba yang diwarnai kekerasan di Filipina, yang mengakibatkan lebih dari 4.000 orang tewas sejak usaha itu dilancarkan Juli lalu.

Namun Duterte pekan ini mengatakan, ia berharap bisa menjalin hubungan baik dengan Trump. Sekalipun demikian Duterte mengatakan, keterpilihanTrump tidak akan mengubah usahanya memberlakukan kebijakan luar negeri yang independen. Ia menegaskan, bekas koloni AS ini bertekad ke luar dari bayang-bayang Amerika dan bahkan meningkatkan hubungan diplomatik dengan China dan Rusia.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menggambarkan hubungan AS-Filipina saat ini masih tidak jelas. Ia mengatakan, negaranya perlu mengetahui kebijakan luar negeri apa yang akan diambil Trump saat mulai menjabat 20 Januari nanti. Segera setelah pandangan Trump diketahui, kata Lorenzana, baru pemerintah Filipina mengambil sikap. [ab/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG