Tautan-tautan Akses

AS

Keterkaitan Trump dengan Bank Jerman Bisa Picu Konflik Kepentingan


Saat Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS 20 Januari mendatang, Departemen Kehakiman AS akan terus memproses hukum terhadap kreditor terbesar bisnis Trump, yakni bank Jerman 'Deutsche Bank' yang bermasalah.

Minggu ini, presiden terpilih Donald Trump menunda pengumuman yang sangat ditunggu-tunggu mengenai bagaimana ia akan mengatasi konflik antara bisnis globalnya dan jabatannya sebagai presiden. Selain investasi keuangan Trump, yang juga menjadi keprihatinan adalah utangnya, termasuk pinjaman dari sebuah bank Jerman, Deutsche Bank.

Propertinya sangat megah dengan alamat terkenal. Tempat peristirahatan yang dilengkapi lapangan golf, Dua gedung pencakar langit. Semuanya adalah kredit dengan cicilan sangat besar bagi presiden terpilih Donald Trump. Tiga properti menjadi perhatian khusus para pakar karena bank yang memberikan kredit untuk pembeliannya. 364 juta dolar dari Deutsche Bank.

Mantan pengacara etika Gedung Putih Richard Painter mengatakan, “Saya prihatin mengenai seorang presiden berhutang pada siapapun, khususnya sebuah bank asing.”

Perjanjian pinjaman tahun 2014 untuk Trump Tower di Chicago terdaftar sebagai kredit sebesar 69 juta dolar dari Deutsche Bank.

Untuk lapangan golf dan tempat peristirahatan Trump di Miami, VOA mendapati dua catatan publik yang menunjukkan pinjaman seluruhnya bernilai 125 juta dolar dari Deutsche Bank.

Catatan menunjukkan Trump Hotel DC, yang letaknya hanya beberapa blok dari Gedung Putih memiliki utang 170 juta dolar dari bank itu.

“Pertanyaannya adalah apakah presiden bisa berutang kepada bank-bank besar, sementara ia memimpin orang-orang yang bertanggung jawab atas regulasi dan penegakan undang-undang perbankan, termasuk tindakan-tindakan yang akan dilakukan terhadap Deutsche Bank," ungkap Richard Painter.

Satu “tindakan yang akan diambil” itu adalah penyelidikan Departemen Kehakiman Amerika terhadap penjualan sekuritas kredit yang tidak sepatutnya oleh Deutsche Bank sebelum krisis keuangan tahun 2008. Departemen Kehakiman mengusulkan denda terhadap bank Jerman itu sebesar 14 miliar dolar.

Painter menambahkan bahwa akan menjadi hal yang aneh jika kasus itu tidak diselesaikan sampai hari pelantikan dan diserahkan kepada pejabat senior yang ditunjuk oleh Presiden Trump.

Namun, Jan Baran seorang pakar UU politik mengatakan bahwa konflik kepentingan itu bisa dihindari jika ditangani dengan baik.

“Kasus-kasus di Departemen Kehakiman ditangani oleh jaksa dan pengacara karir profesional yang bekerja pada Departemen Kehakiman tidak soal siapa yang menjadi presiden dan tidak ada alasan bagi presiden manapun untuk terlibat dalam masalah itu,” kata Baran.

Pejabat Inggris, Jerman dan Amerika juga sedang menyelidiki Deutsche Bank. Para regulator memeriksa bagaimana klien-klien bank itu memindahkan miliaran dolar dari Rusia ke Inggris melalui transaksi-transaksi saham yang dipertanyakan. Deutsche Bank dan Departemen Kehakiman menolak berkomentar tapi sebuah sumber di Inggris mengukuhkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Dalam serangkaian pesan twitter hari Senin (12/12), Donald Trump menunda pengumuman mengenai bagaimana ia mengatasi konflik itu. Ia mengisyaratkan akan menyerahkan bisnisnya sebelum hari pelantikan kepada anak laki-lakinya Donald dan Eric.

Trump mengatakan, “Tidak ada kesepakatan bisnis baru yang akan dibuat” selama masa kepresidenannya.

Pakar-pakar keuangan mengatakan kepada VOA, divestasi sepenuhnya dari bisnis hampir tidak mungkin, selain itu juga tidak jelas bagaimana Trump akan mengisolasi dirinya dari tindakan-tindakan pemerintah Amerika yang terkait Deutsche Bank. Tim transisi Trump menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan VOA. [my/ds]

XS
SM
MD
LG