Tautan-tautan Akses

Ketegangan Migran Berkembang di Bulgaria dan Yunani


Tentara Bulgaria dikerahkan untuk mengatasi bentrokan migran di Harmanli, pusat penerimaan migran di Bulgaria, Kamis (24/11).

Tentara Bulgaria dikerahkan untuk mengatasi bentrokan migran di Harmanli, pusat penerimaan migran di Bulgaria, Kamis (24/11).

Bulgaria mengatakan, 1.500 sampai 2.000 migran terlibat dalam bentrokan hari Kamis (24/11) di Harmanli, pusat penerimaan migran Bulgaria, dekat perbatasan Turki.

Sekitar 300 migran telah ditangkap, menyusul kerusuhan di kamp pengungsi terbesar Bulgaria, sementara Yunani menyerukan negara-negara anggota Uni Eropa untuk mempercepat upaya relokasi setelah kecelakaan tragis yang menewaskan dua migran di sebuah kamp di Lesbos yang penuh sesak.

Perdana Menteri Bulgaria, Boyko Borisov mengatakan kepada radio pemerintah BNR, Jumat (25/11) pagi, sekitar "300 migran, enam dari mereka dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional, telah ditangkap." Borisov berbicara kepada wartawan setelah mengunjungi kamp.

Para pejabat Bulgaria mengatakan, antara 1.500 sampai 2.000 migran terlibat dalam bentrokan hari Kamis di Harmanli, pusat penerimaan migran, dekat perbatasan dengan Turki.

Kerumunan migran, terutama terdiri dari pengungsi Afghanistan, diduga membakar ban mobil dan melemparkan batu ke lebih dari 200 polisi dan petugas pemadam kebakaran untuk memrotes peraturan baru melarang migran meninggalkan kamp, setelah ada dugaan wabah penyakit menular.

Hampir 30 petugas polisi dan sekitar dua lusin migran terluka dalam kerusuhan, kantor berita Perancis, AFP melaporkan.

Ketegangan memuncak di daerah dengan penduduk setempat menuntut kamp pengungsi ditutup.

Migran yang melarikan diri dari kekerasan di Timur Tengah telah membuat mereka mengungsi ke negara Balkan, meskipun ada pagar yang didirikan Bulgaria di sepanjang perbatasan dengan Turki di tengah krisis migrasi terburuk yang melanda Eropa sejak 1945.

Sekitar 13.000 migran, kebanyakan mereka dari Afghanistan, saat ini berada di Bulgaria, menurut statistik resmi.

Di Yunani, Perdana Menteri Alexis Tsipras mengatakan, dia "terkejut, seperti seluruh bangsa Yunani" setelah kebakaran terjadi semalam di tenda di kamp Moria di pulau Lesbos. Dua orang, seorang anak muda dan seorang wanita tua, tewas, dua lainnya luka-luka dan dalam kondisi serius di rumah sakit. [ps/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG