Tautan-tautan Akses

Ketegangan India-Pakistan 2016 Cemaskan Dunia


Insha Mushtaq Malik warga Sedow, Kashmir selatan, mengatakan bahwa serangan senapan tabur pasukan keamanan India saat ia sedang berada di rumahnya telah membuatnya buta (foto: dok).

Insha Mushtaq Malik warga Sedow, Kashmir selatan, mengatakan bahwa serangan senapan tabur pasukan keamanan India saat ia sedang berada di rumahnya telah membuatnya buta (foto: dok).

Hubungan India-Pakistan merosot secara signifikan tahun ini. Meningkatnya ketegangan kedua negara yang bertetangga itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional karena mereka memiliki senjata nuklir.

Tahun ini diawali dengan janji hubungan yang lebih baik. PM India Narendra Modi bulan Desember tahun lalu melakukan kunjungan kejutan untuk menghadiri pernikahan cucu perempuan PM India Nawaz Sharif.

Kunjungan dramatis itu diharapkan memperbaiki hubungan yang agak tegang selama beberapa bulan.

Namun, upaya itu buyar karena serangan terhadap sebuah pangkalan udara India di Pathankot, 50 kilometer dari perbatasan dengan Pakistan pada bulan Januari. Militan Kashmir yang berbasis di Pakistan mengaku bertanggungjawab dan sejak itu hubungan antara kedua negara terus memburuk.

Bulan Juli, seorang tokoh muda separatis Kashmir yang sering menganjurkan kekerasan ditembak tewas oleh tentara India. Kematian Wani memicu protes luas berbulan-bulan. Pasukan India menanggapi protes itu dengan kekuatan, menggunakan senapan tabur yang menyebabkan cedera serius. Puluhan orang, termasuk anggota pasukan keamanan, tewas.

Akhir bulan September, empat kawanan bersenjata menyerang sebuah pangkalan militer India di Uri, Kashmir. Delapan belas tentara India tewas. India menuduh kelompok-kelompok yang berbasis di Pakistan sebagai pelakunya. Modi bertekad mengucilkan Pakistan dalam masyarakat internasional.

Pekan yang sama, PM Nawaz Sharif mengecam keras India dalam pidatonya di depan Sidang Majelis Umum PBB.

“Pergolakan oleh warga Kashmir, seperti biasa, telah ditanggapi dengan penindasan brutal oleh pasukan pendudukan India yang jumlahnya lebih dari setengah juta orang. Lebih dari seratus warga Kashmir tewas. Ratusan orang, termasuk anak-anak dan bayi, buta karena tembakan senapan tabur dan lebih dari enam ribu warga tidak bersenjata cedera dalam dua bulan terakhir ini,” ungkap Sharif.

India menanggapinya dengan keras. Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj menyebut Pakistan sebagai pendukung dan pengekspor terorisme. Tidak lama kemudian, India menyatakan telah melakukan serangan-serangan tertarget terhadap militan di wilayah Kashmir-Pakistan.

Pakistan menolak pernyataan Menlu India itu dan memperingatkan bahwa penyusupan seperti itu akan dianggap sebagai tindakan perang.

Tembak-menembak di sepanjang Garis Kontrol, yang merupakan tapal batas de-facto yang membelah Kashmir, telah menewaskan puluhan orang, sebagian besar warga sipil.

Angkatan Darat Pakistan melakukan latihan militer di dekat perbatasan dengan India sebagai unjuk kekuatan. Sementara itu, India melobi negara-negara lain agar tidak menghadiri sebuah pertemuan puncak regional yang dijadwalkan di Islamabad. Pakistan terpaksa menangguhkan pertemuan itu.

Selagi kedua negara pemilik senjata nuklir yang bertetangga itu terus saling melontarkan kecaman, orang berharap tahun depan ketegangan akan mereda. [ds]

XS
SM
MD
LG