Tautan-tautan Akses

Kesepakatan Nuklir Baru Amerika-Rusia Mulai Berlaku


Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton (kanan) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov menandatangani pertukaran dokumen resmi START di sela-sela Konferensi Keamanan di Munich, Jerman.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton (kanan) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov menandatangani pertukaran dokumen resmi START di sela-sela Konferensi Keamanan di Munich, Jerman.

Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu Rusia Sergei Lavrov saling bertukar dokumen resmi pemberlakukan perjanjian pengurangan nuklir (START).

Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) yang baru antara Amerika dan Rusia untuk membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang bisa dimiliki oleh kedua negara mulai berlaku pada hari Sabtu.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saling bertukar dokumen resmi pemberlakukan perjanjian itu di sela-sela Konferensi Keamanan di Munich, Jerman.

Perjanjian baru, yang akan berlaku selama 10 tahun, mengurangi batas jumlah hulu ledak nuklir strategis Amerika dan Rusia dari 2.200 menjadi 1.550.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua belah pihak diharuskan untuk bertukar informasi mengenai jumlah, lokasi dan karakteristik senjata yang tercantum dalam perjanjian dalam waktu 45 hari.

Hillary Clinton menyebut perjanjian itu sebagai "kerjasama yang sangat jelas bagi kepentingan semua pihak." Lavrov mengatakan perjanjian itu akan meningkatkan stabilitas internasional.

Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menandatangani perjanjian itu pada bulan April tahun lalu di Praha.

XS
SM
MD
LG